Minggu, 23 Februari 2020

Siapa Pantas Duduk di Kursi Ketua MPR?

- 1 Oktober 2019, 23:01 WIB
KETUA MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri-kanan) Ahmad Muzani, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Oesman Sapta Odang, Ahmad Bazarah, dan Muhaimin Iskandar memimpin Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019 di Gedung Nusantara Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, Juli 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 711 anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat resmi dilantik. Terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan sisanya yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah, 711 anggota MPR ini kini menunggu pemimpinnya. Jabatan seksi ini nampaknya akan cukup alot dengan partai yang bersaing yakni Gerindra, Golkar, dan PKB.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) termuda Hillary Brigitta Lasut yang menjadi pimpinan Sidang sementara menyampaikan bahwa rapat paripurna untuk menetapkan pimpinan MPR akan digelar pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Sesuai Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang baru disahkan pada 16 September lalu, pimpinan MPR berjumlah sepuluh orang dari yang mulanya delapan. Sepuluh ini dengan rincian perwakilan dari sembilan partai politik yang ada di parlemen plus satu perwakilan dari DPD.

Pemilihan Ketua MPR akan digelar secara musyawarah. Jika tak ada titik temu, maka akan digelar voting.

Dari tiga partai yang disebut sebagai berpeluang besar, Golkar telah mengajukan nama Bambang Soesatyo. Nama Bambang resmi diutus setelah partai menggelar rapat harian membahas pencalonan pimpinan MPR dan DPR beberapa saat setelah pelantikan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 1 Oktober 2019.

Sementara Aziz Syamsuddin yang mulanya disebut sebagai pesaing Bambang untuk meraih kursi pimpinan MPR dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR dan Ketua Fraksi Golkar DPR. Menurut Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzili, dalam rapat disebut juga nama Zainudin Amali sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI dan Ketua panitia HUT Partai Golkar ke-55, yaitu ditugaskan kepada Agus Gumiwang Kartasasmita.

PKB yang semula santer mengajukan nama Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar sebagai calon Ketua MPR justru kini belum menyebut nama. Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut pihaknya pun masih menunggu arahan Muhaimin.

Sebaliknya, alih-alih menyiapkan diri sebagai Ketua MPR, Muhaimin justru disebut akan menjadi Wakil Ketua DPR mewakili PKB. Seperti diketahui berdasarkan UU MD3, pimpinan DPR diisi oleh perwakilan dari lima partai dengan raihan suara tertinggi. Di peiode ini, PDIP akan menjadi ketua, dengan empat wakilnya dari Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB.

"Dengan mengajukan Cak Imin, kami ingin jadi bagian daripada keputusan dan kebijakan-kebijakan DPR, kan yang sudah bagus dan punya tata kelola segala macam yang baik selama ini," kata dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X