Senin, 24 Februari 2020

Kemarau semakin Parah, Bupati dan Warga Banyumas Laksanakan Salat Istisqo

- 24 September 2019, 21:53 WIB
null

PURWOKERTO, (PR).- Daerah terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah terus meluas. Kekeringan membuat Bupati Banyumas bersama ratusan aparat sipil negara (ASN) dan warga masyarakat melaksanakan Salat Istisqo, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar wilayah Banyumas segera diguyur hujan.

"Sumur-sumur warga telah surut, sungai-sungai juga mengering. Maka dilaksanakannya Salat Istisqo berharap dalam waktu dekat akan segera turun hujan," kata Ketua MUI Banyumas Chariri Soffa dalam khutbahnya, usai salat Istisqo, Selasa, 24 September 2019.

Saat ini sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Banyumas sedang  dilanda kemarau panjang. Shalat Istisqo pernah dilakukan Nabi Mohammad saat Mekah dilanda kekeringan. Dengan harapan Allah SWT, segera menurunkan hujan, karena hanya Allah yang punya hak untuk mendatangkan air.

Bupati Banyumas Achmad Husein juga menghimbau agar seluruh masyarakat melaksanakan Salat Istiqo. "Jika banyak yang memohon maka Insya Allah akan mengabulkan," katanya.

Salat Istisqo dilaksanakan di alun-alun Purwokerto, diikuti Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, dan Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Chandra. Serta ratusan orang. Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta dengan seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemda.

Bupati menyebutkan, kekeringan sudah sangat dirasakan masyarakat. Musim kemaraunya sudah terlalu panjang menyebabkan sumur kering, air PDAM juga sudah tidak lancar. "Musibah lain yang sedang hadapi kita adalah kebakaran Gunung Slamet. Jadi sudah saatnya minta tolong Allah segera diturunan hujan agar penderitaan warga berakhir," jelas Bupati. Rencananya Salat Istisqo akan dilaksanakan tiga hari sekali dalam lingkup yang lebih kecil.

Sementara krisis air bersih di Wilayah Banyumas juga semakin meluas. Kepala BPBD Banyumas, Ariono Poerwanto menyebutkan jika kemarau tahun ini memang lebih parah dibanding  tahun lalu. "Tahun sekarang Juni sudah mulai kemarau, dan sampai akhir September belum ada tanda-tanda akan hujan. Kemarau tahun lalu dimulai  akhir Juli," tambahnya.

Jika tahun lalu yang terdampak kekeringan hanya 15-16 kecamatan, maka tahun ini meluas hingga 19 kecamatan se-kabupaten Banyumas. "Sampai saat ini sudah 19 Kecamatan yang terdampak kekeringan. Jumlah tangki yang sudah di droping mulai bulan Juni sebanyak 1.400-an tangki," tambahnya.***


Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X