Senin, 20 Januari 2020

ICW Soroti Tiga Borok Pemilihan Pimpinan KPK

- 13 September 2019, 14:04 WIB
AKTIVIS yang tergabung dalam gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi memasang karangan bunga dalam aksi damai di depan Gedung KPK di Jakarta, Senin 9 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- ICW (Indonesia Corruption Watch) menyoroti tiga hal terkait komposisi pimpinan baru KPK.

"Setidaknya ada tiga isu besar jika melihat komposisi pimpinan KPK terpilih," ucap peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Jumat 13 September 2019.

Pertama, kata dia, terkait rekam jejak buruk masa lalu. Menurut dia, salah seorang figur yang dipilih DPR itu merupakan pelanggar kode etik. Hal ini disimpulkan berdasarkan konferensi pers KPK beberapa waktu lalu.

"Tak hanya itu, bahkan KPK telah membeberkan terkait pertemuan yang bersangkutan dengan salah seorang tokoh politik," ucap Kurnia Ramadhana.

Kedua, masih terdapat pimpinan KPK terpilih yang tidak patuh dalam menyampaikan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) di KPK.

"Padahal, ini merupakan mandat langsung dari UU Nomor 28 Tahun 1999 dan Peraturan KPK Nomor 07 Tahun 2016. Akan tetapi, persoalan ini terlewat begitu saja pada setiap tahapan seleksi," ujar Kurnia Ramadhana seperti diberitakan Antara.

Ketiga, kata dia, tidak mengakomodasi masukan masyarakat. Sejak awal, kata dia, berbagai elemen masyarakat, organisasi serta tokoh sudah mengungkapkan bahwa ada persoalan serius pada seleksi pimpinan KPK.

"Mulai dari Ibu Shinta Wahid, Buya Syafii Maarif, Romo Magnis, Romo Benny, pimpinan Muhammadiyah, Prof. Mahfud MD, dan puluhan Guru Besar dari berbagai universitas di Indonesia. Akan tetapi, masukan tersebut juga tidak diakomodasi baik oleh pansel, Presiden, maupun DPR," tuturnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X