Sabtu, 25 Januari 2020

Tanggulangi Kabut Asap, 50 Ton Garam Disiapkan untuk Modifikasi Cuaca di Kalimantan

- 13 September 2019, 10:49 WIB
WARGA menggunakan masker saat melintas di jalan Pangeran Hidayatullah yang diselimuti kabut asap di Banjarmasin, Kamis 12 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan 50 ton garam untuk operasi penerapan teknologi modifikasi cuaca. Hal itu dilakukan guna meredakan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

"Disiapkan bahan semai sementara 50 ton di Jakarta. Dikirim per 10 ton sesuai (kondisi) stok di Kalimantan Barat," kata Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto kepada Antara, Jumat 13 September 2019.

Menurut dia, penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC), yang biasa disebut sebagai hujan buatan, di Kalimantan Barat akan dimulai Minggu 15 September 2019 atau Senin 16 September 2019 dengan menggunakan pesawat CN-295 milik TNI Angkatan Udara.

"TMC dengan posko di Supadio Pontianak ini akan menjangkau Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," katanya.

Penyemaian garam akan dilakukan sampai hujan alami turun dan kebakaran lahan serta hutan reda.

Meski tidak banyak, ada potensi bibit awan bersifat sporadis di wilayah Kalimantan yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memicu hujan.

"Bibit awan itu, dari hari ke hari, selalu berubah. Tidak pernah sama. Kadang ada kadang tidak. Kalau ada juga tidak merata karena saat ini musim kemarau," ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan Barat dan bagian Kalimantan yang lain. Hal itu menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara sehingga pemerintah daerah membagikan masker dan meliburkan sementara sekolah guna menghindari dampak paparan asap terhadap kesehatan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X