Sabtu, 25 Januari 2020

Kritis, Kabut Asap Kian Pekat di Riau dan Sumatra Barat

- 13 September 2019, 10:16 WIB
JEMBATAN Siak III terlihat samar-samar karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Riau Kamis 12 September 2019.*/ANTARA

PEKANBARU, (PR).- Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau semakin pekat dan membuat jarak pandang di sejumlah daerah turun drastis menjadi hanya sekira 200-400 meter pada Jumat 13 September 2019 pagi.

“Jarak pandang paling buruk pada pagi ini di Kabupaten Pelalawan, hanya 200 meter,” kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto kepada Antara.

Dia menjelaskan, jarak pandang anjlok pukul 7.00. Di Pekanbaru, jarak pandang hanya 300 meter. Begitu juga di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu yang sekira 300 meter. Di Dumai, jarak pandang sekira 400 meter.

Bibin menjelaskan, berselang dua jam atau pukul 9.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru naik jadi 800 meter dan di Pelalawan mulai membaik tapi masih di angka 300 meter.

Sementara di Dumai dan Rengat, jarak pandang belum membaik, masih sekira 400 dan 300 meter.

Ia mengatakan, pekatnya kabut asap karhutla masih ada di Riau dan provinsi tetangga. Kondisi angin yang berembus dari tenggara hingga selatan membawa polutan jerebu ke Riau. Jerebu menumpuk di Riau karena embusan angin cenderung lambat.

“Kecepatan angin di Riau tergolong lambat, hanya 5 knot atau 10 kilometer per jam,” katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Jumat pagi pukul 6.00, terpantau ada 1.319 titik panas yang jadi indikasi karhutla di Sumatra.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X