Minggu, 26 Januari 2020

Warga dan TNI Kembali Bentrok di Kawasan Urut Sewu

- 11 September 2019, 20:11 WIB
WARGA mendapat perawatan setelah terlibat bentrok dengan TNI.*/EVIYANTI/PR

KEBUMEN, (PR).- Sebanyak 16 orang warga luka-luka satu orang di antaranya terkena peluru karet di bagian bokongnya, setelah  terjadi bentrokan antara warga dengan  TNI di kawasan Urut Sewu Desa Brencong Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten  Kebumen Jawa Tengah, Rabu 11 September 2019.

Sebagian besar korban  terluka  pada bagian kepala dan badan setelah  terkena pukulan TNI yang berjaga   selama proses  pemagaran lahan di kawasan konflik Urut Sewu. Warga yang terkena pukulan dan tembakan di bagian bokong dibawa ke Puskesmas Bulupensantren.

"Bentrokan yang terjadi terkait dengan penolakan warga atas pemagaran oleh TNI di kawasan Urut Sewu," kata Kuasa Hukum Warga Urut Sewu, Teguh Purnomo.

Sekitar pukul 08.00 masyarakat petani urut sewu mendatangi lokasi  pemagaran di Desa Brecong Kecamatan Buluspesantren. Namun kedatangan warga  dihadang  satu pasukan tentara yang sudah dilengkapi dengan atribut huru-hara yang menjaga proses pemagaran. "Tentara kemudian menghalau  warga supaya bubar. Bentrok antara TNI dan warga menyebabkan 16 orang warga terluka, " tambahnya.

Usai bentrok warga pergi  menuju kantor bupati untuk melaporkan kejadian tersebut. "Di hadapan warga, Bupati  Kebumen Yazid Mahfud berjanji akan  menghentikan pemagaran yang ada di Urut Sewu khususnya Desa Brecong," jelas Teguh.

Setelah dari kantor bupati warga masih berkumpul di pendopo kantor Kecamatan Buluspesantren, sedang korban yang luka dilakukan visum di Puskesmas Buluspesantren.

Sikap represif

Sebagai kuasa hukum warga Urut Sewu, Teguh  menyayangkan sikap represif TNI dalam mengatasi masalah. Oleh karena pihaknya akan menempuh jalur hukum. "Oknum TNI yang main hakim sendiri dengan memukuli warga yang menyebabkan 16 orang terluka, oknum tersebut  harus diproses secara pidana," jelasnya.

Bentrok terjadi karena  konflik tanah yang diabaikan penyelesaiannya oleh pemerintah. "Harusnya TNI tidak  main hakim sendiri memagar tanah rakyat dan melakukan kekerasan seperti itu. Kami berharap kejadian tahun 2011 lalu tidak terulang lagi dimana rakyat dikriminalkan oleh TNI sehingga ada beberapa yang masuk penjara," tambahnya.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X