Sabtu, 4 April 2020

Warga Usulkan 5 Pemekaran, Jokowi Jawab Jangan Banyak-banyak Dulu

- 10 September 2019, 20:38 WIB
FOTO ilustrasi peta pemekaran wilayah.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Perwakilan warga Papua sekaligus Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan usulan adanya 5 pemekaran wilayah di Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa 10 September 2019. Usulan tersebut disampaikan Abisai saat pertemuan antara sejumlah warga Papua dengan Jokowi.

Saat itu, Abisai mengatakan bila pemekaran di Papua hendaknya dilakukan berdasarkan wilayah adat. Di luar Papua dan Papua Barat, ia mengusulkan ada 5 wilayah yang dimekarkan berdasarkan wilayah adat tersebut.

"Kami minta kepada kepada Bapak Presiden untuk ada pemekaran provinsi lima wilayah adat  di Provinsi Papua dan Papua Barat," katanya.

Jokowi tidak langsung mengabulkan usulan pemekaran itu. Ia meminta supaya pemekaran jangan sampai 5 wilayah terlebih dahulu. "Berkaitan dengan pemekaran, jangan banyak-banyak dulu. Saya iya (setuju), tetapi mungkin sementara tidak lima dulu. Mungkin kalau enggak dua ya tiga," ujar Presiden menanggapi aspirasi tersebut.

Meski demikian, Presiden menuturkan bahwa usulan tersebut mesti dikaji terlebih dahulu. Sebab, pemekaran wilayah diatur dalam Undang-Undang.

loading...

"Ini perlu ada kajian karena undang-undangnya kelihatannya sudah mendukung ke sana dan saya memang ingin ada dari bawah usulan itu," tuturnya.

Seusai pertemuan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak menjawab banyak mengenai usulan pemekaran dari Papua itu. Saat ini tengah diberlakukan moratorium pemekaran wilayah.  Ia hanya mengatakan akan melihat undang-undangnya terlebih dahulu dan belum bisa berkomentar lebih banyak.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, aspirasi pemekaran dari warga Papua itu baru sebatas usulan ke presiden. Menurutnya, presiden dikatakannya menampung masukan itu.

"Beberapa (aspirasi) memang langsung beliau jawab. Soal pemekaran, presiden mengatakan akan ada suatu pertimbangan apakah satu atau dua (wilayah yang dimekarkan). Kan begitu. Kita lihat saja nanti," ujarnya.  

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X