Diduga Depresi Kehabisan Uang, WNA di Bali Ngamuk di Toko Swalayan

- 8 Desember 2021, 06:45 WIB
ilustrasi. Polres Badung, Bali, berhasil mengamankan seorang warga negara asing (WNA) yang mengamuk di toko swalayan.
ilustrasi. Polres Badung, Bali, berhasil mengamankan seorang warga negara asing (WNA) yang mengamuk di toko swalayan. /pexels.com/@mehradvosoughi

PIKIRAN RAKYAT- Seorang warga negara asing (WNA) berinisial F ditangkap oleh pihak kepolisian setelah mengamuk di sebuah toko swalayan di wilayah Mengwi, Badung, Bali.

Usai diamankan pihak Polres Badung, Bali, WNA berusia 26 tahun yang mengamuk di toko swalayan tersebut diduga mengalami depresi karena kehabisan uang selama berada di Bali.

Dituturkan Kepala Seksi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana pada Selasa, 7 Desember 2021, WNA tersebut mengamuk dan memecahkan kaca sebuah toko swalayan pada Minggu, sekitar pukul 24.00 WITA, setelah ditangkap pelaku terus ngamuk tidak jelas.

"Lalu dari Satpol PP mengajak pelaku ke RSUD kapal untuk mendapatkan penanganan diakibatkan luka yang dialami pada pelaku, setelah itu teman pelaku mengunjungi keadaan pelaku dan berkoordinasi kepada konsulatnya," kata Sudana, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: Nikahi Kembali Mantan Istri yang Sakit Parah, Alasan Pria di China Ini Mengharukan

Sudana mengatakan bahwa setelah melakukan koordinasi dengan pihak konsulat, WNA tersebut disarankan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSUP Sanglah, Denpasar, karena pihak konsulat Belanda memiliki MoU dengan rumah sakit tersebut.

"Pelaku dibantu oleh Satpol PP bersama teman pelaku diantar ke RSUP Sanglah untuk menerima perawatan lebih lanjut, kondisi pelaku saat ini sudah mulai membaik namun belum bisa diajak berkomunikasi," tutur Sudana.

Lebih lanjut, Sudana mengungkapkan setelah insiden tersebut, pihak toko swalayan tidak akan melanjutkan perkara tersebut secara hukum.

Adapun, terkait kerugian yang dialami pihak toko, dikatakan Sudana akan diganti oleh teman pelaku bernama De Goederen Nikolaus.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network