Minggu, 19 Januari 2020

Indonesia Impor Sampah dan Limbah, Jokowi Ingin Negara Hati-hati

- 27 Agustus 2019, 19:48 WIB
SAMPAH plastik impor di Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng, Kabupaten BekasiJumat 9 Agustus 2019.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Presiden Joko Widodo menyinggung peningkatan impor sampah dan limbah dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa 27 Agustus 2019.

Impor sampah dan limbah ke Indonesia disebut semakin meningkat. Lingkungan akan semakin terkena dampaknya bila impor sampah dan limbah tidak dikelola secara benar.

Jokowi mendapatkan laporan mengenai peningkatan tren impor sampah dan limbah. Selain itu, dalam acara sejumlah dan konvensi, kata dia, ekspor sampah dan limbah dari negara maju ke negara berkembang memang sedang meningkat.

“Jadi ini memang bukan hanya di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Jokowi, di satu sisi impor sampah seperti kertas dan plastik berguna untuk memenuhi bahan baku industri. Tapi di sisi lain, banyaknya sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia akan berpotensi merusak lingkungan.

“Terutama jika sampah atau limbah impor itu tidak dapat didaur ulang dan terkontaminasi bahan berbahaya beracun,” katanya.

Jokowi kemudian meminta para menterinya menyikapi impor sampah dan limbah dengan hati-hati. Langkah-langkah pengendalian, dikatakannya, harus dilakukan.

Jokowi menekankan tiga hal mengenai pengendalian impor sampah dan limbah ini. Pertama, potensi sampah yang ada di dalam negeri untuk kebutuhan bahan baku industri harus dimaksimalkan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X