Kamis, 27 Februari 2020

Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Rasisme

- 22 Agustus 2019, 22:02 WIB
PRESIDEN Joko Widodo memberikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 22 Agustus 2019. Presiden memberikan keterangan soal Papua bahwa situasi saat ini berlangsung normal dan permintaan maaf sudah dilakukan sebagai bentuk saling menghargai antara saudara, sebangsa dan setanah air.*/ANTARA

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga mengomentari tentang langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir akses layanan internet. Moeldoko tidak mempersoalkan hal tersebut. Menurut dia, sepanjang untuk keamanan nasional, hal tersebut merupakan prioritas.

“Sepanjang itu untuk keamanan nasional itu prioritas. Bukan mematikan (layanan internet), tapi ada upaya untuk memperlambat,” katanya.

Penanganan konflik belum efektif

Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, konflik di Papua yang terjadi belakangan ini, membuktikan bahwa penanganan konflik sosial selama ini belum efektif. Bahkan konflik dipicu oleh hal-hal yang bermuatan indentitas sempit.

"Lihat saja pilihan diksi yang digunakan oleh orang tertentu, yang dapat memantik konflik horizontal," katanya.

Menurut dia, bila konflik tidak dituntaskan, dikhawatirkan ada penumpang gelap yang memanfaatkannya. Perlu kewaspadaan seluruh anggota masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi konflik untuk memahami dengan berpikir dan bertindak kritis terhadap setiap fenomena konflik.

Untuk menyelesaikan konflik di Papua, menurutnya, perlu ada perubahan pendekatan dari manajemen konflik ke komunikasi resolusi konflik. Pendekatan resolusi konflik antara lain mencari hakekat permasalahan, latar belakang masalah, temuan dan tawaran solusi strategis penyelesaian masalah.

"Pendekatan dengan memanusiakan manusia, seperti menghormati orang lain dan martabat kelompok atau daerah, dan tuntas," katanya.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X