Minggu, 19 Januari 2020

Partai Gerindra Tak Tahu Ada Kadernya jadi Korlap dalam Pengepungan Asrama Papua

- 22 Agustus 2019, 08:33 WIB
SEJUMLAH warga Papua menyalakan lilin saat aksi damai di Bundaran Tugu Perdamaian Timika Indah, Mimika, Papua, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pengepungan asrama Papua di Surabaya dan Malang oleh organisasi masyarakat pada 17 Agustus 2019 lalu memunculkan nama Tri Susanti. Dia disebut sebagai koordinator lapangan aksi tersebut. Belakangan pun ramai mengenai status Tri yang merupakan calon legislatif DPRD Surabaya Dapil 3 nomor 8 dari Partai Gerindra.

Mendengar kabar ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan, partainya tak tahu-menahu mengenai aktivitas Tri dalam aksi itu. Menurutnya, aksi tersebut merupakan urusan pribadi Tri yang tidak terkait dengan Gerindra

"Sikap partai kami jelas, menolak rasisme. Kami imbau semua pihak menahan diri, jangan sampai ini mengganggu integrasi kita sebagai bangsa," kata Andre kepada wartawan, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dia menyatakan, partainya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian. Menurutnya, Gerindra akan mengambil langkah tegas bila kelak polisi menyatakan Tri bersalah. 

"DPD (Gerindra) Jawa Timur sudah menyampaikan bahwa hal tersebut (bersifat) pribadi. Kami lihat dulu, kalau polisi menyatakan bersalah maka kami akan proses," ucapnya. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, juga mengaku tak tahu ada kader partainya bernama Tri Susanti, yang menjadi korlap dalam aksi itu. Fadli pun mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terkait benar atau tidaknya Tri adalah kader Gerindra.

“Sekaligus sikap dia saat pengepungan asrama Papua beberapa hari lalu. Nanti akan kita investigasi," ucap dia.

Prabowo memesankan upaya dialog untuk melawan rasialisme

Sementara, juru bicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, Prabowo berpesan supaya semua anggota Gerindra mengedepankan dialog untuk melawan sikap rasialisme. Dialog dilakukan untuk mendamaikan semua pihak yang berkaitan dengan peristiwa di papua Barat.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X