Kamis, 27 Februari 2020

Pelanggaran HAM Masa Lalu di Papua Picu Konflik yang Terus Berulang

- 20 Agustus 2019, 20:45 WIB
MAHASISWA asal Papua berdemonstrasi di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Selasa 20 Agustus 2019. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan protes terhadap kekerasan serta diskriminasi ras terhadap warga Papua yang terjadi di Surabaya dan Semarang.*/ANTARA

Menurut Rosita, dialog  merupakan salah satu upaya untuk mencari solusi bersama antara Jakarta-Papua. Karena, mengutip pernyataan Koordinator JDP Papua Pastor John Bunai, “NKRI Harga Mati” yang berhadapan dengan “Papua Merdeka Harga Mati” hanya akan menyisakan kematian bagi kedua pihak.

"Karena apa yang terjadi hari ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan besar yang terjadi di Papua. Dialog merupakan cara damai untuk mencari solusi bersama persoalan yang dihadapi oleh Papua baik terkait soal pembangunan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik," ucap dia.

Rosita tak memungkiri kalau pemerintah saat ini lebih terbuka dengan opsi dialog. Pada 15 Agustus 2017 misalnya, Presiden Joko Widodo sudah menunjuk perwakilan untuk mempersiapkan dialog sektoral yang diisi oleh Wiranto, Pater Nales Tebay, dan Teten Masduki. Namun hingga saat ini memang belum juga bisa direalisasikan.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara simultan sehingga akar persoalan tadi bisa dicari solusi terbaik bagi semua pihak. Dialog sektoral ini dimaksudkan untuk mencari solusi bersama atas persoalan di Papua secara damai dan bermartabat dalam kerangka Indonesia yang demokratis," ucap dia.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X