Sabtu, 28 Maret 2020

HUT RI, Doa untuk Indonesia dari Para Pencari Suaka

- 17 Agustus 2019, 12:27 WIB
ILUSTRASI semarak HUT ke-74 RI./ANTARA

JAKARTA, (PR).- Para pencari suaka yang berada di penampungan sementara di Kalideres, Jakarta Barat, turut memaknai Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia. Orang-orang yang berasal dari beragam negara itu mengharapkan Indonesia semakin maju.

"Indonesia dan orang-orangnya sangat baik. Saya yakin Indonesia akan berada dalam tataran negara maju di dunia," kata seorang pengungsi dari Afganistan, Noorullah Shoojai ditemui Antara di penampungan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Menurut pria berusia 26 tahun itu, Indonesia pantas menjadi pemimpin dalam hal kemanusiaan karena sudah banyak memberikan bantuan khususnya kepada para pengungsi. Shoojai yang tiba di Jakarta tahun 2014 itu juga mengharapkan Indonesia menjadi negara yang damai, tidak seperti negara lain yang banyak mengalami krisis kemanusiaan.

Senada dengan Shoojai, Abdul Ali yang juga dari Afganistan mengharapkan Indonesia menjadi negara yang makmur dan memberi kesejahteraan bagi rakyatnya. "Semoga masyarakat Indonesia sejahtera. Tidak seperti kami yang tidak memiliki arah karena banyak masalah di negara kami," kata pria berusia 43 tahun itu.

Pengungsi lainnya, Ahmed dari Somalia juga mendoakan Indonesia menjadi negara yang semakin maju baik ekonomi dan teknologinya. "Indonesia pasti lebih baik," katanya.

loading...

Di tengah semarak HUT RI, para pengungsi di penampungan yang menggunakan lahan bekas Kodim Jakarta Barat itu tidak banyak melakukan aktivitas. Beberapa di antaranya terlihat duduk-duduk di sekitar gedung dan tenda. Sedangkan beberapa orang lainnya terlihat hilir-mudik di sekitar penampungan. Belum ada aktivitas perayaan menyambut HUT ke-74 RI hingga pukul 09.30 WIB.

Namun, relawan dari Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta berencana akan membuat aneka lomba khas 17-an. Saat ini jumlah pengungsi UNHCR yang mendiami penampungan itu mencapai 1.151 orang berdasarkan data yang tertera di papan pos pengungsian per Jumat, 16 Agustus 2019.

Mereka paling banyak berasal dari Afganistan mencapai 920 orang, sisanya dari Somalia, Sudan, Pakistan, Ethiopia, Irak, Yaman, Suriah, Bangladesh dan Eritrea. Apabila dirinci, jumlah pengungsi dewasa mencapai 847 orang dan anak-anak 304 orang.***


Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X