Selasa, 25 Februari 2020

Peringati HUT 74 RI, Kualitas Udara Ibu Kota Jakarta Terburuk Ke Dua di Dunia

- 17 Agustus 2019, 10:10 WIB
PEMANDANGAN Monumen Nasional dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin, 29 Juli 2019. Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin, 29 Juli 2019 pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) dan wacana pemindahan ibu kota negara, Jakarta yang sekarang menjadi ibu kota telah menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Berdasarkan pantauan AirVisual, Sabtu, 17 Agustus 2019, kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat.

Pantauan AirVisual itu memperlihatkan kondisi udara Jakarta dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 157 dengan konsentrasi parameter PM2.5 66,3 ug/m3. Sementara, kota Krasnoyarsk di Rusia memuncaki peringkat kualitas udara kota paling buruk di dunia dengan US AQI 163 dan konsentrasi parameter PM2.5 79,5 ug/m3, seperti dilansir dari kantor berita Antara, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Di posisi ketiga, ada kota Chengdu, Tiongkok, yang mencatatkan indeks kualitas udara sebesar 155 dengan konsentrasi parameter PM2.5 63 ug/m3. Berikutnya, Kota Shanghai, Tiongkok, menempati posisi keempat dengan US AQI sebesar 154 dan konsentrasi parameter PM2.5 61 ug/m3.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab, membuntuti dengan indeks kualitas udara 140, atau tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan konsentrasi parameter PM2.5 51,3 ug/m3. Selanjutnya, Kota Wuhan, Tiongkok, juga tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan US AQI 148, dan konsentrasi parameter PM2.5 54,5 ug/m3.

Kota Kabul di Afghanistan menyusul di posisi tujuh dengan US AQI 136, dan konsentrasi parameter PM2.5 49,8 ug/m3. Kota Bogota di Kolombia dan Kota Lahore, Pakistan, berturut-turut menempati posisi kedelapan dan sembilan dengan US AQI masing-masing 114 dan 106 dengan konsentrasi parameter PM2.5 40,8 ug/m3 dan 37,5 ug/m3.

Sementara, posisi ke-10 ditempati kKota Johannesberg di Afrika Selatan. Pantauan udara mencatatkan indeks kualitas udara 95 dengan konsentrasi parameter PM2.5 33 ug/m3.

Jakarta Barat tercatat paling kotor

Masih berdasarkan laman resmi AirVisual, kualitas udara di Pegadungan, Jakarta Barat, tercatat paling kotor dengan US AQI 161 dan konsentrasi parameter PM2.5 75 ug/m3. Sementara di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, daerah lain yang tercatat paling kotor ke dua di Jakarta, kualitas udaranya sebesar 154 dengan parameter PM2.5 61,7 ug/m3.

Tidak biasanya, wilayah di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta Pusat menempati posisi ke tiga wilayah paling kotor di Jakarta dengan US AQI 153 dan konsentrasi parameter PM2.5 59 ug/m3. Sementara, wilayah di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta Selatan, kualitas udaranya juga tidak sehat, dengan US AQI dan konsentrasi parameter yang sama dengan di Kedutaan AS Jakarta Pusat.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X