Selasa, 28 Januari 2020

RAPBN 2020, Pendapatan Negara Ditargetkan Rp 2.221,5 Triliun

- 16 Agustus 2019, 21:15 WIB
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) .*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pendapatan negara dalam nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 ditargetkan mencapai Rp 2.221,5 triliun. Jumlah pendapatan tersebut meningkat dibandingkan dengan yang tertuang dalam APBN 2019 mencapai Rp 2.165,11 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hal itu saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang APBN Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Dikatakan, peningkatan pendapatan negara adalah untuk mencapai sasaran pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan mobilisasi pendapatan negara dalam bentuk optimalisasi penerimaan perpajakan dan reformasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Di bidang perpajakan, pemerintah akan terus melanjutkan reformasi perpajakan berupa perbaikan administrasi, peningkatan kepatuhan, serta penguatan basis data.

Pemerintah juga menggelontorkan insentif berupa perluasan tax holiday, perubahan tax allowance, investment allowance, hingga super deduction untuk kegiatan vokasi dan riset. PNBP juga terus direformasi melalui peguatan regulasi dan tata kelola dengan tetap menjaga kualitas pelayanan publik.

"Pemerintah juga akan menempuh kebijakan penyetaraan level playing field bagi pelaku usaha konvensional maupun e-commerceuntuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan di era digital," kata Jokowi.

Pengelolaan fiskal 

Presiden Joko Widodo juga menekankan, pemerintah akan secara konsisten melakukan pengelolaan fiskal yang hati-hati. Defisit anggaran dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap dikendalikan dalam batas aman, di bawah tingkat yang diatur dalam UU Keuangan Negara, sekaligus untuk mendorong keseimbangan primer menuju positif.

"Upaya tersebut ditunjukkan dengan diturunkannya defisit anggaran dari 2,59 persen terhadap PDB pada 2015, menjadi sekitar 1,93 persen pada 2019, dan pada 2020 diturunkan lagi menjadi 1,76 persen," paparnya.

Jokowi menyatakan, defisit anggaran pada 2020, akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati sehingga berkelanjutan.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X