Sabtu, 22 Februari 2020

Calon Menteri Tak Perlu Didikotomi Parpol-Non-Parpol

- 15 Agustus 2019, 20:00 WIB
PRESIDEN Joko Widodo.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).-  Pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait formasi menteri di kabinetnya lima tahun ke depan jadi perhatian. Pasalnya selain kabar adanya perombakan yang cukup besar, Jokowi pun menyebut hanya 45 persen menteri dari parpol.

Sisanya adalah profesional bahkan ada yang masih di usia muda. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pun menilai dikotomi parpol-non-parpol hendaknya tak dimunculkan.

Dalam diskusi yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 15 Agustus 2019, anggota fraksi PDIP Effendi Simbolon menyebut dikotomi parpol dan non-parpol yang dikutip media dari Jokowi secara tidak langsung justru bisa memecah belah. Karena dari parpol atau bukan, rakyatlah yang menilai kinerja menteri nanti. Jangan kemudian seolah-olah menteri dari parpol tak bisa diandalkan.

"Seolah-olah politisi ini kaum yang setengah haram gitu loh," kata Effendi.

Menurut dia, beberapa posisi saat ini memang sudah selayaknya dirombak. Hal itu dilatarbelakangi dengan ketidakmampuan menteri sebelumnya menyelesaikan sejumlah permasalahan. Satu yang jadi sorotan yakni tim ekonomi kabinet Jokowi di periode pertama.

Effendi menyoroti permasalahan ekonomi karena selama ini perekonomian Indonesia bisa dibilang gagal imbas dari ketergantungan pada pinjaman. Jika ini dibiarkan berlarut-larut maka bisa menjadi bom waktu bagi negara dan tentunya rakyat.

"Di periode kedua ini pak Jokowoi kan hendak membangun Sumber Daya Manusia, dan itu harus dimulai lewat perombakan tim ekonomi ini," ucap dia.

Dengan begitu, wacana mempertahankan Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani dan Menteri ESDM, Rini Soemarno dinilai sebagai sebuah kesalahan. Pasalnya langkah keduanya selama ini tak membuahkan hasil memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Effendi pun menyarankan agar Jokowi lebih cermat mencari orang untuk mengisi posisi ini.

"Yang ditunggu oleh masyarakat adalah kesejahteraan. Mempertahankan Sri Mulyani sama saja mempertahankan belenggu pinjaman tadi," ucap dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X