Jumat, 13 Desember 2019

BNPB: Masih Banyak Daerah di Indonesia yang Tidak Siap Hadapi Bencana

- 15 Agustus 2019, 08:37 WIB
Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati bersama Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat menyerahkan alat deteksi dini gempa kepada Sekda Provinsi Banten Al Muktabar di Hotel Marbella Anyer, Rabu, 14 Agustus 2019.*/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Masih banyak daerah di Indonesia yang tidak siap dengan bencana. Oleh karena itu, harus dilakukan kerja keras untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana di berbagai daerah, sehingga masyarakat sadar tentang potensi ancaman bencana.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat menutup Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) di Hotel Marbella Anyer, Banten, Rabu, 14 Agustus 2019.

Menurut dia, ekspedisi tidak cukup hanya untuk tsunami, karena bencana di Indonesia terdiri dari banyak variabel. Mulai dari ancaman geologi, vulkanologi, hingga hidrometerologi.

“Vulkanologi bukan hanya gempa diikuti tsunami tapi juga likuifaksi. Dengan demikian, setiap daerah harus memetakan apa potensi ancamannya, lalu menyusun langkah penangggulanganya, baik mulai dari mitigasi, termasuk pencegahan dan siap siagaan,” ujarnya kepada Dindin Hasanudin dari Kabar Banten.

Doni mengatakan, tim telah melakukan perjalanan selama 1,5 bulan. “Kemudian bagaimana masyarakat mempersiapkan diri. Setelah sadar harus disiapkan dan ditingkatkan program edukasi dan simulasi. Terakhir harus punya daya atau ketangguhan ketika menghadapi bencana sehingga tidak ada korban besar,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, edukasi ini masih dalam tingkat desa, tetapi ke depan, sedang dikonsep agar program pelatihan ini bisa sampai menyentuh tingkat keluarga. karena masih banyak keluarga yang belum dapat pelatihan.

"Kedua, keluarga adalah pihak pertama yang terdampak. Kalau keluarga bisa ditingkatkan kapasitasnya, maka ke depan kalau terjadi risiko kerugian akan kecil,” ucapnya.

Sekretaris Provinsi Banten Al Muktabar mengaku berterima kasih dengan dijadikannya jalur terakhir ekspedisi destana, juga menerima alat dari BMKG pusat.

Alat tersebut diyakini akan membantu kesiapsiagaan potensi bencana, khususnya gempa dan tsunami. “Pemda akan menjaga alat itu dan kita akan komunikasikan ke BMKG pusat, BNPB, dan BPBD untuk kita mengambil langkah terukur dan terstruktur untuk menghadapi kemungkinan bencana,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X