Kamis, 12 Desember 2019

Berharap Ibunda Dipulangkan dari Riyadh, Selpi Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

- 14 Agustus 2019, 08:57 WIB
SELPI Lusniawati menulis surat untuk Presiden Joko Widodo.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah, Alis Juariah (46) akhirnya meminta bantuan langsung kepada Presiden RI. Anak sulung Alis menulis surat kepada orang nomor satu di Indonesia itu, memohon agar ibunya bisa dipulangkan setelah 21 tahun tak kembali dari Riyadh.

Upaya tersebut ditempuh setelah keluarga merasa terus menemui jalan buntu untuk bisa memulangkan Alis. Padahal, segala upaya sudah dilakukan oleh keluarga sejak Alis diketahui ingin dipulangkan dan merasa tidak betah.

“Ini jadi upaya kami yang kesekian kalinya. Sudah beberapa kali mengurus langsung ke Jakarta, tapi jawaban yang kami dapat tidak memuaskan. Karena kabar bukan berasal dari ibu saya secara langsung,” ujar putri pertama Alis, Selpi Lusniawati (27), Rabu 14 Agustus 2019.

Menurut dia, sejak 2004, 2014, dan 2016 pihak keluarga hanya mendapatkan kabar dari KBRI setempat. Pihak terkait, seringkali memberikan kabar bahwa ibunya baik-baik saja. Namun, belum sekalipun hal itu dikonfirmasi dengan kontak langsung dengan sang ibu. 

Maka dari itu, permintaan bantuan kepada presiden menjadi pilihan terakhir keluarga. Selpi sangat mengharapkan, presiden bisa turun tangan dan membantu PMI yang terakhir kali diketahui mengalami penyiksaan selama bekerja di Riyadh itu.

Sebelumnya, Selpi pun berkonsultasi dengan Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur. Segala upaya pun dilakukan asosiasi untuk membantu Selpi dan keluarga, sayangnya mereka juga hanya mendapatkan tanggapan serupa.

Hal tersebut membuat keluarga tidak mendapatkan kepastian akan kondisi Alis. Sampai akhirnya, pada awal Agustus 2019 lalu Alis kembali menghubungi keluarga dan minta dibantu kepulangannya.

“Artinya ibu saya masih hidup. Makanya, saya memohon kepada Bapak Presiden, semoga bisa tersentuh dan akhirnya membantu memulangkan ibu saya,” ucapnya.

Surat yang ditulis tangan itu, kini menjadi harapan baru bagi pihak keluarga. Selpi sudah tidak bisa menunggu lagi, terlebih kabar ibunya sejauh ini tidak pernah jelas dan bahkan diketahui disiksa oleh majikan.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X