Senin, 16 Desember 2019

Sering Dirusak, Puluhan Terumbu Karang Ditanam di Pulau Sanghyang Banten

- 14 Agustus 2019, 08:04 WIB
DANLANAL Banten Letkol Laut (P), Golkariansyah, saat melakukan penanaman terumbu karang, di perairan Pulau Sanghyang, Selasa, 13 Agustus 2019. Puluhan terumbu karang ditanam bersama Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon, Letkol Armed Rico Sirait, Ketua POSSI Cilegon, Irfan Ali Hakim, para penyelam dari Ditpolari Polda Banten, dan sejumlah klub selam di Banten.*/DOK ISTIMEWA

CILEGON, (PR).- Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Ditpolairud Polda Banten, Polres Cilegon, dan Kodim 0623 Cilegon melaksanakan kegiatan menanam terumbu karang di perairan Pulau Sanghyang, Selasa, 13 Agustus 2019. Selain bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-74 RI, kegiatan ini juga untuk menjaga kelestarian terumbu karang di wilayah perairan tersebut.

Kegiatan itu pun didukung Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Cilegon serta sejumlah klub selam di wilayah Banten. Pantauan Sigit Angki Nugraha dari Kabar Banten, rombongan mengawali perjalanan dari sejumlah dermaga di wilayah Anyer.

Rombongan bertolak menuju perairan Pulau Sanghyang dan kemudian berkumpul di titik yang telah ditentukan sekitar pukul 09.00 WIB. Di sana, Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Golkariansyah, Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon, Letkol Armed Rico Sirait, Ketua POSSI Cilegon, Irfan Ali Hakim, serta rombongan menanam puluhan terumbu karang. Mereka menyelam dan menanamkannya di dasar laut.

Golkariansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan HUT Ke-74 RI. Dipilihnya kegiatan penanaman terumbu karang lantaran kelestarian terumbu di perairan Banten cukup rentan.

"Perairan Banten penuh dengan aktivitas manusia. Sayangnya, rata-rata dari mereka tidak mengindahkan kelestarian terumbu karang. Karena itulah, kami melakukan kegiatan penanaman terumbu karang demi menjaga kelestariannya," katanya saat diwawancarai usai acara.

Menurutnya, salah satu kegiatan yang kerap merusak kawasan laut adalah aktivitas pencarian ikan dan pariwisata. Seringkali, para nelayan atau kapal-kapal wisata membuang jangkar sembarangan sehingga merusak terumbu karang.

"Untuk buang jangkar, itu kan tidak langsung menyangkut, pasti tergusur dulu. Jangkar itu kemudian merusak terumbu karang," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso, mengatakan, sebenarnya ada upaya penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan perusakan terumbu karang. Namun, kejahatan tersebut membutuhkan pendalaman yang lebih dibandingkan kasus-kasus kriminal lainnya.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X