Sabtu, 29 Februari 2020

Januari 2020, Campuran Biodiesel dalam Solar Dinaikkan

- 13 Agustus 2019, 11:27 WIB
Ilustrasi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Campuran biodiesel dalam solar akan ditingkatkan mulai Januari 2020 dari yang sebelumnya 20% (B20) menjadi 30% (B30). Peningkatan biodiesel itu dibayangi oleh kepentingan pemerintah menekan defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan serta adanya tekanan dari Uni Eropa terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia.  

Presiden Joko Widodo menegaskan adanya peningkatan kadar campuran biodiesel dalam rapat terbatas bertajuk Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Senin 12 Agustus 2019. Ratas tersebut dihadiri oleh para menteri anggota kabinet kerja. 

Jokowi mengatakan, selain ditargetkan adanya peningkatan biodiesel menjadi 30% pada Januari 2020, pada akhir 2020 juga diharapkan penggunaan campuran biodiesel dalam solar bisa meningkat lagi menjadi 50%. Berdasarkan evaluasi terhadap penggunaan B20 selama ini, ia menuturkan, ada penghematan yang tidak sedikit terhadap keuangan negara. 

"Kita bisa menghemat uang lebih dari 5,5 miliar dollar AS per tahun. Ini angka yang besar," tuturnya.

Ia menambahkan, penggunaan B20 juga bisa menciptakan permintaan domestik terhadap minyak sawit mentah. Hal tersebut sekaligus menciptakan efek berantai terhadap sekitar 17 juta pekerja di sektor kelapa sawit. 

Tekanan Eropa

Terkait dengan permintaan domestik sawit mentah ini, Jokowi juga menekankan adanya persiapan untuk menghadapi tekanan dagang dari Uni Eropa. Sebagaimana diketahui, beberapa negara Uni Eropa menganggap bahwa minyak sawit termasuk dalam kategori barang yang diproduksi dengan permasalahan deforestasi sehingga impor minyak sawit ke Uni Eropa akan dibatasi. 

Sementara pemerintah Indonesia beranggapan pembatasan tersebut merupakan bentuk diskriminasi atas minyak sawit. "Karena tekanan terhadap kelapa sawit kita betul-betul, saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga kita memiliki sebuah bargaining position yang kuat, baik terhadap Uni Eropa maupun terhadap negara-negara lain yang mencoba membuat bargaining position kita lemah," katanya. 

Kepada para menterinya yang hadir dalam Ratas, Jokowi juga mengatakan supaya semua pihak menyadari tekanan yang ada terhadap minyak sawit mentah Indonesia. Semua pihak dikatakannya harus memiliki komitmen yang sama untuk membuat pasar domestik bisa mengatasi persoalan yang ada. 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan akan memeriksa langsung soal pencampuran biodiesel ini dengan menggunakan lembaga tertentu. “Saya tidak tahu, apakah saya akan gunakan BPKP atau bisa saja saya akan gunakan Price Waterhouse dan lembaga yang lain untuk memastikan bahwa ini betul-betul berjalan,” ucapnya. 

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X