Minggu, 8 Desember 2019

Gas Mengandung Belerang Menyembur dari Sumur, Warga Panik

- 13 Agustus 2019, 09:52 WIB
WARGA mencoba untuk menutup bekas galian tersebut dengan cara diberi campuran semen dan kerikil. Namun masih terjadi semburan dengan bau belerang.*/RIZQI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Akibat pengeboran sumur yang terlalu dalam, air mengandung gas belerang menyembur keluar hingga lebih kurang empat sampai lima meter dari tanah. Semburan itu pun membuat warga di Lingkungan Tamiang, RT 05/03, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang panik. 

Berdasarkan informasi yang di dapat oleh Kabar Banten, semburan air bercampur gas belerang dan diduga mengandung solar itu terjadi pada Jumat 9 Agustus 2019 malam, sekitar pukul 23.30. Karena semakin banyak air dan gas yang keluar, warga pun memasang pipa sepanjang sepuluh meter pada sumber tersebut.

Seorang warga yang juga ikut menggali sumur, Suparna mengatakan, warga panik dengan adanya semburan tersebut. Karena mengeluarkan bau menyengat serta keluar cairan seperti solar. Ia juga merasa khawatir akan adanya ledakan atau hal-hal yang dapat mengancam keselamatan. 

"Sorenya itu setelah selesai pengeboran, air normal keluarnya. Terus dipasang mesin air juga normal. Ketika malam hari, tiba-tiba air keluar menyembur keatas mengeluarkan bau belerang dan cairan seperti solar," katanya, Selasa 13 Agustus 2019.

Keesokan harinya, ia bersama warga lainnya mencoba untuk menutup bekas galian tersebut dengan cara diberi campuran semen dan kerikil. Namun, karena gas yang menyembur terlalu kencang, cara itu pun tak berhasil. "Ditutup pakai coran juga jebol, makanya sekarang kami pasang pipa, untuk antisipasi sementara," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Tegal Sari, Sutihat mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten agar dilakukan pengecekan. 

"Sudah dilakukan pengecekan,  tinggal nunggu hasil cek laboratorium selama satu minggu ke depan. Tapi, untuk hasil sementara katanya ini tidak berbahaya, namun tetap harus berhati-hati," ujarnya.

Meski begitu, ia pun tetap merasa khawatir dengan adanya kejadian tersebut. Karena menurut laporan  semburan ini semakin hari semakin kencang, apalagi banyaknya angin membuat aroma belerang menyebar. "Tetap saja rasa khawatir ada. Karena kan mereka warga saya yang rumahnya dekat dengan lokasi semburan. Jadi khawatir terjadi sesuatu. Tapi mudah-mudahan bisa segera diatasi," katanya.

Atas kejadian tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk koordinasi sebelum melakukan penggalian sumur maupun yang berkaitan dengan proses gali menggali. Karena setiap penggalian, apalagi air sumur, itu ada aturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X