Selasa, 26 Mei 2020

Ada Penyusupan Lempeng, Selat Sunda Rawan Gempa dan Tsunami

- 5 Agustus 2019, 07:40 WIB
SELAT Sunda rawan gempa dan tsunami.*/BMKG

PANDEGLANG, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Banten sangat berpotensi besar terjadi bencana alam, sebab terdapat penyusupan lempeng bumi Jawa dan Sumatera.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Tangerang, Suwardi menyebutkan, potensi pergerakan lempeng bumi Indo-australia sangat cepat, bahkan mencapai 4 centimeter pertahun, sehingga potensi tsunami dan gempa bumi sangat besar.

"Jadi potensi tsunami dan gempa bumi di Selat Sunda sangat besar, karena terdapat penyusupan lempeng atau subduction Indo-Australia, yang merupakan penggerak benua dan menyebabkan gempa bumi," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik, Minggu 4 Agustus 2019.

Ia mengatakan, besarnya potensi dan struktur lempengan bumi, terdapat efek amplitudo yang yang besar.

"Perjalanan gelombangnya dan struktur geologisnya, efeknya juga berpengaruh. Selain itu, ada efek amplitudo sehingga efeknya lebih besar,” ucapnya.

Menurutnya, sebagian rumah warga di Kecamatan Mandalawangi tidak begitu kokoh. Bahkan, terdapat rumah yang tidak memilik tiang penyanggah bertulang, sehingga rentan terdampak gempa

“Memang kalau dilihat potensi di Selat Sunda banyak sekali, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau seperti tsunami tahun lalu,” ujarnya.

Suwardi mengatakan, pihaknya meminta agar semua pihak harus menyiapkan diri menghadapi bencana, karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana.

“Edukasi tentang kebencanaan perlu ditingkatkan sehingga jika masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, maka akan sangat mengurangi risiko terhadap bencana,” ucapnya.***

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X