Bogor dan Yogyakarta Jadi Perhatian Pusat, Antisipasi Lonjakan Gelombang Ketiga Covid-19 Jelang Nataru

- 5 Desember 2021, 15:36 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. /Pixabay/fernandochiminaicela

PIKIRAN RAKYAT - Kawasan Bogor Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian pemerintah pusat memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru. Kebijakan pengendalian Covid-19 pada Nataru 2021 di dua wilayah tersebut jadi perhatian karena Bogor dan Yogyakarta menjadi dua destinasi wisata wisatawan.

Hal tersebut diungkapkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dalam diskusi KSP Mendengar bertajuk ‘Kebijakan Mencegah Gelombang Ke-3 Pandemi Covid-19 selama Nataru’ di Kota Bogor, Sabtu 5 Desember 2021.

“Kita sama-sama tahu,Bogor dan Yogyakarta ini selalu diserbu wisatawan di akhir tahun.Makanya pengendalian kasus Covid-19 di dua wilayah ini harus benar-benar diperhatikan. Kebijakan pemerintahnya perlu benar-benar dijalankan, agar tidak ada lonjakan,” ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Joanes Joko dalam diskusi yang dihadiri para Relawan, Ormas, dan Media di Bogor.

Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Endah S Sucipto mengatakan, menghadapi Nataru 2021, ada enam arahan presiden yang diharapkan dapat diberlakukan di wilayah.

Baca Juga: Fuji Beberkan Keinginan Terpendam Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Jika Gala Sky Dewasa, Bukan Jadi Artis?

Pertama, pemerintah daerah harus mengedepankan sinergitas dalam mengendalikan Covid-19. Kedua, bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, penerapan protokol kesehatan harus benar-benar ditegakkan.

Ketiga, penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada Nataru adalah sesuatu yang wajib dan harus dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.

Keempat, Presiden Joko Widodo memerintahkan para kepala daerah untuk terus menyeimbangkan antara gas dan rwm dalam upaya pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi.

Arahan ke lima, Menkes juga diminta memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kasus Covid-19, dan terakhir mengarahkan agar target vaksinasi di akhir tahun bisa tuntas hingga 70 persen.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network