Tangisan Warga Candipuro Lumajang Usai Erupsi Gunung Semeru: Anak Saya Terjebak di Lereng Gunung

- 5 Desember 2021, 15:15 WIB
Erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021 menyebabkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021 menyebabkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah. /Dok. BNPB

PIKIRAN RAKYAT - Air mata tak berhenti mengalir dari wajahnya saat menceritakan anak nomor dua yang masih hilang di lereng Gunung Semeru setelah erupsi terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 kemarin sore.

Ia adalah istri Seniman (45), warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang saat ini mengungsi di Balai Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Setiap kali hendak mengingat anaknya, air matanya mengalir. Tangannya seketika menarik kerudung warna hijau yang ia kenakan, kontan mengusap pipi yang sudah basah.

Kemarin menjadi kisah kelabu bagi keluarga Seniman ketika Gunung Semeru tiba-tiba menghamburkan abu vulkanik dari lehernya saat sang anak sedang bekerja di pertambangan di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Baca Juga: Letusan Gunung Semeru dan Ramalan Jayabaya Tentang Mitos Pulau Jawa yang Terbelah

Ini menjadi bagian cerita hidup yang begitu pelik yang tak pernah ia harapkan olehnya dan istri, kehilangan anak kedua yang telah dirawat belasan tahun lamanya.

"Anak saya masih (terjebak) di atas. Sampai sekarang belum ketemu," katanya kepada Pikiran-Rakyat.com saat ditemui di posko pengungsian di Kantor Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 5 Desember 2021.

Saat kalimat itu diucapkan Seniman, sang istri yang berada di sampingnya tidak bisa menahan air mata itu. Isak tangis kembali pecah.

Cuaca di Desa Candipuro Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang saat ini sangat kelabu menggambarkan apa yang dirasakan oleh Seniman dan istri, begitu juga ratusan warga lainnya yang berada di lokasi pengungsian.

Halaman:

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network