Selasa, 26 Mei 2020

Warga Desa Ranca Pinang Keluhkan Tumpahan Batu Bara

- 30 Juli 2019, 23:42 WIB
ILUSTRASI tumpahan batu bara.*/ANTARA

PANDEGLANG, (PR).- Sejumlah masyarakat Desa Ranca Pinang Kecamatan Cigeulis, mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten untuk menguji dampak tumpahan batu bara, karena dikhawatirkan adanya hal negatif yang ditimbulkan.

Salah seorang warga, Hidayatul Fajri menuturkan, dirinya mengkhawatirkan adanya dampak lingkungan, karena tumpahan batu bara tersebut cukup banyak.

"Kalau kami sebagai masyarakat kan hanya khawatir saja. Jadi untuk sementara itu, kami juga memohon untuk tumpahan ini segera ditangani pihak perusahaan," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik, Selasa 30 Juli 2019.

Sementara itu, Kasi pengaduan kasus DLH Pandeglang, Bayu Daniswara mengatakan, sesuai dengan amanat undang-undang, bahwa untuk penanganannya ada di Provinsi Banten dan pusat.

"Kita selaku pemerintah kabupaten sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten," ucapnya.

Ia mengatakan, sekarang dari pihak DLHK provinsi akan memanggil perusahaan, untuk melaksanakan penanganan tumpahan batu bara.

"Pihak DLHK akan memanggil perusahaan, karna sesuai dengan aturan bahwa pihak perusahaan harus bertanggung jawab terhadap penanganan tumpahan batu bara," katanya.

Kabid Amdal penanganan hukum dan peningkatan kapasitas DLHK Provinsi Banten, Eddy Wiryanto mengatakan, dirinya memastikan bahwa pihaknya sudah bersurat dengan pihak perusahaan, dan mengintruksikan untuk segera melakukan pembersihan.

"Itu kan bukan B3 (bahan bakar berbahaya) jadi tidak perlu dipidanakan, kita juga sudah bersurat dengan pihak perusahaan, saya juga sudah meninjau ke lokasi tumpahan batu bara bersama reserse Polres Pandeglang, DLH Pandeglang, dan pemerintah setempat," ucapnya saat dihubungi melalui telefon seluler.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X