Sabtu, 29 Februari 2020

Viral Memasak Burung Garuda, Azam Akhirnya Berurusan dengan Polisi

- 26 Juli 2019, 16:19 WIB
LEWAT postingannya di Facebook, Azam mendapat kecaman dari warganet.*/FACEBOOK

PANDEGLANG, (PR).- Seorang pemuda asal Desa Cibuluh, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Azam alias JM (17) diamankan Polres Pandeglang, karena telah menembak burung langka dan dilindungi.

Hal itu terungkap, setelah akun Azam Panglima Kumbang memposting hasil tangkapannya berupa Elang Bido di jejaring Facebook.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menuturkan, kronologi penembakan terhadap Elang tersebut berawal dari hobi pelaku, yaitu sering berburu hewan dengan senapan angin miliknya. 

"Saat pelaku pulang dari sawah dengan membawa senapan angin, kemudian melihat seekor burung yang diduga burung Garuda atau Elang Bido yang dilindungi pemerintah sedang hinggap di salah satu dahan pohon. Tanpa memikir waktu lama, pelaku menembak burung tersebut dan mati," katanya, Jumat 26 Juli 2019.

Indra mengatakan, setelah berhasil menangkap sasarannya, pelaku kemudian mengambil foto selfie dengan objek burung buruannya, dengan membentangkan dua sayap menggunakan kedua tangan pelaku, dan membagikan di akun Facebooknya dengan membububi keterangan "Hobiku adalah bidikan yang paling tepat "BURUNG GARUDA".

"Lalu pelaku memasak burung tersebut dengan cara dipanggang dan dimakannya sendiri," imbuh Kapolres.

Indra menjelaskan, setelah pihaknya mendapat laporan dari warganet, jajarannya langsung mengecek informasi tersebut dan memintai keterangan dari pelaku.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Pandeglang, untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami motif pelaku. Mengingat burung Elang Bido merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya semakin menipis.

"Diduga JM melanggar Pasal 21 ayat 2 a Jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Koservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta," ujarnya.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X