Sabtu, 25 Januari 2020

Parpol Harus Kirim Kader yang Telah Teruji Berprestasi di Publik untuk Diusulkan Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

- 21 Juli 2019, 22:36 WIB
ILUSTRASI pemilihan menteri yang akan duduk di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.*/DOK. KABAR BANTEN

JAKARTA, (PR).- Usai Pemilihan Presiden 2019, formasi kabinet menjadi hal yang disorot. Dalam formasi kabinet, diperkirakan sejumlah partai yang mengusung Joko Widodo akan kebagian porsi. Namun “jatah” ini diharapkan jangan lantas dimanfaatkan sekadarnya saja.

Melihat kecenderungan ini, pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, memperkirakan bahwa 60 persen kursi kabinet di periode kedua kepemimpinan Jokowi akan diisi oleh kader dari partai pengusung. Barulah 40 persennya akan diisi oleh orang-orang terpilih nonparpol. Hal ini dilihat dari cukup solidnya koalisi Jokowi.

"Jikapun akhirnya Gerindra masuk, nampaknya tidak akan ada jatah kursi kabinet bagi parpol yang akan dibagi. Karena itulah kehadiran Gerindra tidak terlihat sebagai 'ancaman' bagi partai-partai koalisi 01," kata Ray kepada "PR", Minggu, 21 Juli 2019.

Beranjak dari perkiraan ini, Ray mengatakan, publik perlu mendesak agar partai pendukung Jokowi mengirim kader terbaik mereka. Syarat yang berulangkali diucapkan oleh Jokowi yakni muda yang cekatan, mampu eksekusi program yang dicanangkan, serta mampu bersinergi dan terjemahkan visi misi Jokowi.

"Kader-kader yang telah teruji berprestasi di publik, khususnya, bisa dipastikan oleh partai untuk dinominasikan duduk di kursi kabinet," ucap dia.

Salah satu yang layak dipertimbangkan adalah mereka yang pernah menjadi kepala daerah berprestasi baik di tingkat kabupaten/kota atau provinsi. Mantan kepala daerah yang berprestasi ini layak diutamakan bukan saja karena kinerja mereka telah terbukti, tapi sekaligus agar mekanisme reward and punishment dalam partai juga berjalan. 

"Saya kira, baik PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, memiliki sederat nama yang layak diperhitungkan. Sebut saja Ibu Risma, Azwar Anas dari PDIP, Dedi Mulyadi dari Golkar, dan lainnya. Nama-nama mereka sudah sangat dikenal cukup berprestasi dan menonjol dalam mengelola daerah masing-masing. Anggota kabinet dari partai politik yang sekarang pun, beberapa di antara mereka juga layak dipertahankan. Agus Gumiwang dari Golkar, Siti Nurbaya dari Nasdem adalah sebagai contoh," ucapnya.

Ditambahkannya, jatah kabinet bagi parpol hendaknya tidak dimanfaatkan oleh partai sekedar mendorong teman dekat, kerabat, dan sederet hubungan emosional lain. "Partai harus juga memiliki tanggungjawab memberi kader terbaik mereka bagi bangsa dan negara ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X