Senin, 9 Desember 2019

Waspadai Antraks, Pastikan Hewan Kurban yang Dibeli Memiliki SKKH!

- 21 Juli 2019, 22:16 WIB
FOTO ilustrasi pemeriksaan hewan ternak.*/ANTARA

BANTUL, (PR).- Transaksi jual-beli hewan ternak, apalagi yang akan menjadi hewan kurban pada Idul Adha 2019, harus dilakukan penuh kewaspadaan karena banyak terjadi penyakit antraks. Pastikan hewan ternak itu memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi, di Bantul pada Minggu, 21 Juli 2019. Ia mengimbau pedagang hewan ternak supaya melengkapi SKKH sebelum ternak diperjualbelikan untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan dan mencegah peredaran hewan tidak sehat.

"Kalau bertransaksi hewan ternak, harus ada SKKH, itu kuncinya," kata Pulung.

SKKH ini dikeluarkan oleh dokter hewan di daerah asal ternak untuk mengetahui bahwa hewan yang diperjualbelikan dipastikan dalam keadaan sehat. Pihaknya telah melayangkan surat edaran kepada 10 Pos kesehatan hewan (Poskeswan) dan kepada para pedagang ternak, baik pedagang hewan tetap maupun yang dadakan.

"Sebelum ternak dipasarkan (mereka) mengabari kami, sehingga bisa kita cek. Hal ini penting untuk mengetahui kesehatan hewan kurban," tuturnya.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi peredaran hewan ternak tidak sehat, pihaknya juga menganjurkan kepada masyarakat yang hendak melakukan pemotongan hewan supaya dilakukan di tempat yang aman. Misalnya, Rumah Potong Hewan (RPH).

Pulung mengaku tidak mau kecolongan. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk mencegah hewan tidak sehat dipotong saat hari raya kurban. Pihaknya pun akan memeriksa kondisi hewan di 2.000 titik.

Menurutnya, ada 150 petugas yang terdiri dari dokter dan paramedis yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. "Kita tidak mau kecolongan apabila ada hewan ternak yang masuk ke Bantul tanpa dilengkapi dengan SKKH," ujarnya.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X