Senin, 9 Desember 2019

Pendekatan Lintas Budaya untuk Cegah Kebakaran Hutan

- 20 Juli 2019, 08:41 WIB
null

BANJARMASIN : Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana menegaskan untul mencegah kebakaran hutan dan lahan, pendekatan melalui komunikasi ke masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan senjata. Untuk itu semua petugas yang diterjunkan ke lapangan sebaiknya dibekali dengan kemampuan Ilmu Komunikasi yang komprehensif.

Penegasan itu disampaikan Dr Aqua saat sharing Komunikasi dan Motivasi pada acara Pembekalan Hutan dan Lahan yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Banjarmasin selama dua hari, Selasa dan Rabu, 16 - 17 Juli 2019. Pada acara yang dipimpin Mayjen TNI Purn Amrin itu, Dr Aqua yang bicara di hari terakhir menyampaikan materi berjudul Mengintensifkan Komunikasi untuk Mencegah dan Menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan.

Di depan ratusan peserta dari berbagai instansi  di hotel Aria Barito Banjarmasin, Bapak dua anak ini mengatakan BNPB mengungkapkan bahwa 99 persen kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi karena sengaja dibakar. Kondisi ini diperparah dengan adanya pembiaran dan pengawasan yang kurang ketat.

"BNPB telah tahu tentang hal itu sehingga lebih mudah untuk mencegah terulangnya kembali kebakaran hutan dan lahan. Jadi tahun ini diharapkan dapat mengeliminir bencana tersebut," jelas mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini.

Dr Aqua mengapresiasi Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang punya program jitu yakni menugaskan jajaran TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat tinggal di rumah-rumah warga di dekat hutan dan lahan yang berpotensi untuk dibakar. Dengan begitu mereka dapat berkomunikasi secara intensif dan menjalin hubungan yang akrab. Positifnya mereka yang biasa membakar hutan dan lahan jadi sungkan untuk berbuat hal yang sama pada tahun ini.

Rencananya di setiap provinsi yang rawan bencana kebakaran hutan dan lahan bakal ditempatkan sekitar 1.550 prajurit TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat. Mereka akan ditugaskan dalam tim-tim kecil. Satu tim anggotanya 15 orang. Sekitar 4 bulan mereka tinggal di rumah-rumah penduduk di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Komunikasi Lintas Budaya

Untuk efektivitas dan keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, menurut doktor Komunikasi dari Universitas Padjadjaran Bandung ini, semua petugas sebelum diterjunkan ke lapangan sebaiknya mendapat pembekalan Ilmu Komunikasi. Terutama yang perlu mereka dalami adalah Komunikasi Lintas Budaya.

Semakin mereka memahami budaya masyarakat setempat dan kearifan lokal, lanjut motivator internasional ini, makin baik. Para petugas itu akan diterima secara kekeluargaan oleh warga. Dengan begitu dialog untuk menyadarkan penduduk tentang pentingnya menjaga hutan dan lahan agar tidak terbakar lebih mudah.


Halaman:

Editor: Erwin Kustiman

Tags

Komentar

Terkini

X