Rabu, 11 Desember 2019

DPR Ingin Seleksi Calon Pimpinan KPK Selesai di Periode Ini

- 18 Juli 2019, 19:11 WIB
ILUSTRASI. */ANTARA

JAKARTA, (PR).- Proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang masih berlangsung diharapkan bisa ditangani oleh Komisi III DPR RI Periode 2014-2019. Ini karena, komisi III di periode saat ini cukup intens mengawal perjalanan KPK sehingga dianggap cakap dalam menentukan pilihan nanti.

Anggota Komisi III Trimedya Pandjaitan menyebut pihaknya cukup tahu seperti apa KPK hari ini dan seperti apa pimpinan  KPK yang dibutuhkan oleh institusinya ke depan. Namun, anggota Komisi III periode saat ini akan berakhir masa jabatannya pada 30 September 2019.

“Kalau kami  prinsipnya bergantung kepada Pansel, apakah Pansel mampu memberikan kepada DPR pada Priode Ini atau pada priode yang akan datang. Tapi harus dihitung plus minusnya, kalau ditanyakan kepada saya dalam berbagai kesempatan, kalau senadainya pansel mengizinkan, saya lebih setuju priode yang sekarang,” kata Trimedya dalam diskusi tentang pimpinan KPK ke depan yang digelar di Ruang Media Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 18 Juli 2019.

Adapun untuk sosok pimpinan KPK ke depan, dia menilai perlunya pemimpin yang bisa melakukan konsolidasi baik di level pimpinan di tengah maupun di bawah. Apalagi setelah muncul kasus pengawal Idrus Marham yang kemudian dipecat KPK.

“Pesan dari situ sebenarnya yang ingin kita simak bahwa  KPK itu kan manusia biasa juga, seketat-ketatnya pengawasan yang dilakukan bisa kebobolan. Soal-soal seperti ini  harus dikemukakan. Juga hendaknya mampu menjadi  konduktor yang baik bagi institusi KPK sehingga tidak ada lagi kita dengar misalnya, ada penyidik independen, penyidik Polri," ujarnya.

Selain itu Komisi III juga menilai perlunya elaborasi dari target pimpinan KPK ke depan. “Apakah trendnya masih OTT atau apa, di dalam proses seleksi sekarang ini harus bisa dilihat, mereka mau bawa KPK ini kemana? Kalau kita lakukan fit and proper test selalu bicara tentang pencegahan tetapi mereka mereka juga tak punya konsep pencegahan yang jelas,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih menyebut akselerasi pihaknya dalam menyaring calon pimpinan KPK sebenarnya bergantung pada keinginan presiden. Dengan tahapan-tahapan yang sudah pihaknya atur diharapkan proses ini selesai tanggal 30 Agustus 2019 dan diserahkan ke presiden pada 2 September 2013.

“Artinya kita tidak mengatur mau sekarang atau nanti , jadi itu kaitannya bagaimana presiden mau memberikan ke DPR, jadi enggak ada kaitannya lagi dengan Pansel , Pansel hanya menyiapkan,” kata Yenti.

Menurut dia, pada seleksi calon pimpinan KPK saat ini memang ada beberapa tahapan yang sebelumnya tidak dilakukan. Tahapan itu yakni psikotes hingga debat publik. “Debat publik itu yang sedang kita kemas. Jangan sampai jatuhnya di election tapi tetap selection. Artinya kita tetap jaga, seandainya ada calon-calon yang bagus tapi dia tidak terlalu pandai berbicara di depan media,” ucap dia.



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X