Rabu, 26 Februari 2020

Fenomena Demensia pada Jemaah Haji

- 18 Juli 2019, 09:10 WIB
PETUGAS mendorong calon haji lanjut usia atau lansia menggunakan kursi roda di Asrama haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 8 Juli 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Keseringan lupa akan sesuatu, seperti lupa membawa kunci, meninggalkan telepon genggam saat akan bekerja dan kemudian harus kembali ke rumah untuk mengambilnya, serta kejadian sejenis yang terjadi pada manusia, agaknya tidak bisa dianggap remeh.

Anggapan bahwa kelupaan semacam itu adalah hal biasa saja, akan menjadi "tidak biasa" bila kemudian berulang beberapa kali, dan bahkan meningkat menjadi sering kali.

"Itu (kasus kelupaan) adalah gejala-gejala di mana demensia mulai melanda seseorang," kata dokter ahli saraf Indonesia, dr Andreas Harry SpS (K), seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kamis, 18 Juli 2019.

"Dan itu, bisa terjadi bukan saja di kalangan lanjut usia (lansia), pun saat ini kasusnya juga dialami kalangan usia muda," ujarnya ahli saraf yang menyelesaikan studi spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Andreas yang juga anggota "International Advance Research" Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD) itu, selalu menghadiri pertemuan tahunan Konferensi Internasional Alzheimer (The Alzheimer's Association International Conference/AAIC), yang tempatnya selalu bergantian, antara Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam ajang tahunan yang membahas persoalan penyakit alzheimer dan demensia itu, ribuan peneliti dan ahli kedokteran klinis dari berbagai negara membahas perkembangan terkini mengenai penyakit tersebut, termasuk terapi-terapi masa depan yang bisa dilakukan bagi pasien demensia dan alzheimer.

Permasalahan demensia pada jamaah haji Indonesia, kini juga menjadi hal yang muncul. Saat masih di Tanah Air, sedang berada di Tanah Suci pun, demensia juga sudah terjadi dan dialami oleh calon haji.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, dr Acub Zaenal, Minggu, 14 Juli 2019 lalu mengemukakan dua orang calon haji tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci pada musim haji 2019 karena dinyatakan mengalami demensia.

"Ada dua orang berusia lanjut yang mengalami gangguan memori setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan akhir," katanya dan menambahkan calon haji lansia itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 asal Kabupaten Probolinggo dan dalam kloter 20 asal Kabupaten Malang.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X