Sabtu, 7 Desember 2019

Koperasi Harus Go Digital

- 12 Juli 2019, 09:35 WIB
ILUSTRASI pembentukan koperasi.*/ANTARA

PURWOKERTO, (PR).- Digitalisasi koperasi saat ini merupakan sebuah tuntutan. Mau tidak mau, koperasi mesti segera mengadopsi teknologi informasi, baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota.

Oleh karena itu, pelaku koperasi yang masih berpikir tradisional harus segera didorong untuk segera go digital. Pesatnya perkembangan teknologi membuat koperasi harus adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai tren, serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat. 

"Oleh karena pada  Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 yang akan akan digelar di GOR Satria Purwokerto, pelaku koperasi harus didorong agar melek teknologi digital." kata CEO PT Sistem Digital Transaksi Indonesia (SDTI), Subhan Novianda, Kamis, 11 Juli 2019.

Pameran yang menghadirkan sekitar 200 stand ini memamerkan pencapaian gerakan koperasi nasional bersama DEKOPIN dan pemerintah baik pusat maupun daerah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD, serta instansi terkait lainnya di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, banyaknya keterbatasan yang dimiliki menyebabkan jumlah koperasi  makin tergerus  Dari total koperasi sebanyak 200.000 unit, yang masih bertahan tinggal 130.000 koperasi.

"Sebanyak  70.000 koperasi harus ditutup, bahkan kini yang masih tersisa sekitar 30-40 persen dalam kondisi tidak sehat. Sebagian juga belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)," tuturnya.

Menurut dia, keberadaan koperasi kian tergerus karena persaingan yang demikian masif.  Bahkan pasar koperasi, seperti halnya usaha menengah kecil (UMKM), sudah banyak diambil alih oleh perbankan.
 
Chairman Multi Inti Sarana (MIS Group), Tedy Agustiansjah meyakini mampu mentranfortmasikan koperasi tradisional menjadi koperasi go digital. "Saat ini MIS Group  mengembangkan teknologi di era digital, sehingga semua operasional dilakukan berdasarkan revolusi industri 4.0," tuturnya.

Salah satunya coopRasi yang merupakan satu dari lima start up yang dikembangkan MDB. "Aplikasi  memiliki beragam fitur, misalnya simpanan, pinjaman, dan melihat sisa hasil usaha melalui smartphone. Saya berharap aplikasi ini akan banyak digunakan dan memberi kemudahan bagi koperasi secara digital," kata Tedy.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X