Jumat, 5 Juni 2020

Sebanyak 192 Pendaftar Capim KPK Lanjutkan untuk Tes Kompetensi

- 11 Juli 2019, 22:15 WIB
KPK.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 192 pendaftar lolos seleksi administrasi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka tersaring dari seluruh pendaftar yang totalnya mencapai 376 orang. 

Pengumuman hasil seleksi administrasi capim KPK diumumkan oleh panitia seleksi di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis, 11 Juli 2019, yang dibacakan Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih.  Menurutnya, pendaftar yang tidak lolos seleksi administrasi karena ketidaklengkapan berkas serta syarat-syarat yang tidak terpenuhi.

Ia mencontohkan, ada pendaftar yang umurnya tidak sesuai dengan persyaratan. Sesuai persyaratan yang ada, usia capim KPK yakni 40-65 tahun.

Komposisi pendaftar yang lolos seleksi administrasi adalah laki-laki sebanyak 180 orang dan perempuan sebanyak 12 orang. Adapun latar belakang profesi pendaftar yang lolos paling banyak dari akademisi/dosen, yakni 40 orang.

Ada pula profesi advokat/konsultan hukum sebanyak 39 orang, jaksa/hakim 18 orang, korporasi 17 orang, anggota polri 13 orang, auditor 9 orang, komisioner/pegawai KPK 13 orang, dan lain-lain (PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, pejabat negara) sebanyak 43 orang. Dari latar belakang profesi tersebut, hanya pendaftar dari polri yang semuanya lolos seleksi administrasi. 

Yenti mengatakan, setelah melakukan seleksi administrasi, panitia seleksi akan menyelenggarakan tes kompetensi pada Kamis, 18 Juli 2019, di Pusdiklat Kemensetneg, Cilandak, Jakarta Selatan. "Pendaftar yang tidak hadir mengikuti uji kompetensi dinyatakan gugur," ujar Yenti. 

Para calon akan diuji publik

Setelah itu, pansel akan mengumumkan hasil uji kompetensi pada 25 Juli 2019. Capim yang lolos uji kompetensi akan mengikuti tes psikotes dan profile assessment. Setelah itu, tahapan seleksi dilanjutkan dengan uji publik supaya masyarakat bisa melihat seperti apa gagasan para calon. 

"Ini tahap yang harus kami kejar betul (uji publik). Setelah ini kami akan mengundang lagi rapat dengan pemred karena sudah atur sechedule-nya sehingga kita ada berapa hari dan sebagainya. Jadi, pada 30 Agustus 2019, inshaallah, bisa selesai. Itu ide dari media untuk transparansi. Sebanyak mungkin kami berikan supaya bisa dilakukan, formatnya tergantung media tapi kami beri rambu-rambu bahwa ini selection bukan election," katanya. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X