Senin, 9 Desember 2019

Baiq Nuril Minta Dukungan DPR untuk Permohonan Amnesti ke Presiden Jokowi

- 10 Juli 2019, 17:41 WIB
WARGA menggelar aksi dukungan untuk Baiq Nuril pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 7 Juli 2019. Dalam aksinya, mereka menyatakan harapannya agar Baiq Nuril mendapat amnesti dari Presiden Joko Widodo untuk membebaskannya dalam kasus UU ITE.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Jalan panjang Baiq Nuril untuk mencari keadilan atas dirinya terus berlanjut. Setelah mendatangi Kementerian Hukum dan HAM, guru asal Lombok yang sempat mendapat pelecehan verbal dari atasannya ini hadir di kompleks parlemen di Senayan Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.  Ia pun menyatakan harapannya supaya hukum berpihak pada kebenaran.

"Saya yakin kebenaran dan keadilan itu pasti akan terjadi," kata Nuril di hadapan wartawan.

Menurut Nuril, upaya perjuangannya itu bukanlah hal mudah. Diakuinya, dia memiliki anak-anak yang pasti sedih melihat ibunya harus bepergian ke sana ke mari mencari keadilan.

Dia juga mengatakan, ia merasa berat meninggalkan anak-anaknya di Lombok. Akan tetapi, dia menyatakan bahwa dia sadar kalau perjuangan ini bukan untuk dirinya sendiri, tetapi para perempuan lain agar tak mengalami hal serupa.

"Anak-anak yang harusnya saat ini saya rangkul dengan kondisi yang seperti ini, tetapi saya yakin perjuangan ini akan berakhir dengan baik," kata Nuril.

Politisi PDIP yang selama ini mendampingi Nuril, Rieke Diah Pitaloka, mengatakan, kasus itu memang sudah bergulir sejak 2014. Rieke sendiri mulai mendampingi Nuril pada 2017 saat persidangan di PN Mataram.

Saat itu, kata Rieke, Nuril sudah memenangkan gugatan sebelum kemudian jaksa mengajukan kasasi dan dikabulkan Mahkamah Agung. Sementara, permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang dilayangkan ke lembaga yang sama, ditolak.

"Kami berharap bahwa ada satu upaya, kalau dari saya mungkin soal amnesti dari Komisi III," ucap Rieke.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X