Jumat, 6 Desember 2019

Udara di Mekkah Terlalu Panas, Jemaah Haji Harus Waspadai Heat Stroke

- 9 Juli 2019, 18:42 WIB
null

SERANG,(PR).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengimbau kepada para calon jemaah haji yang hendak berangkat agar mewaspadai penyakit heat stroke. Hal itu dikarenakan cuaca di tanah suci sedang sangat tinggi atau panas.

Heat stroke adalah kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dan tiba-tiba dalam waktu cepat, tetapi tubuh tidak mampu atau tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri. Akibatnya tubuh akan merasa kepanasan hebat, tak hanya lUar tubuh tapi juga dari dalam.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, untuk saat ini calon jemaah haji disarankan bisa menghindari heat stroke. Karena kondisi cuaca di tanah suci sangat panas. "Di sana sedang sangat panas cuacanya," ujar Sri kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, Selasa 9 Juli 2019.

Sri mengaku sudah memberikan sosialisasi kepada calon jemaah haji tersebut bersama Kemenag selama beberapa hari belakangan. Para jemaah haji diharapkan bisa tetap menjaga status kesehatannya agar tetap fit. "Terus hindari hal yang tidak perlu sehingga tenaga betul-betul dihemat, yang wajib saja utamakan, jangan yang enggak wajib sedapat mungkin dihemat," katanya.

Ia menuturkan, untuk menghindari heat stroke, calon jemaah haji disarankan minum yang banyak. Kemudian saat tawaf, sa'i atau pun ziarah disarankan memakai payung. "Kalau saya dulu pakai handuk kecil dibasahin terus ditaro di kepala pas tawaf dan sa'i. Jadi cepat kering dan enak ke badan itu kan menghindari heat stroke," ucapnya.

Menurut dia, heat stroke bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian. Sebab orang yang terkena heat stroke pembuluh darahnya akan pecah akibat udara panas di sekitar terlalu panas. "Tergantung dimana pecahnya pembuluh darah, kalau pas yang vital dia bisa langsung meninggal dan bahaya lah kalau terlalu panas," ujarnya.

Disinggung soal pemeriksaan, Sri menjelaskan saat ini calon jemaah haji sudah mendapatkan pemeriksaan tahap pertama dan kedua. Hasilnya semua calon jemaah dinyatakan sehat dan layak berangkat. "Ini tinggal pemberangkatan jadi insyaalah semua sudah kita laksanakan sesuai dengan SOP yang ada," katanya.

Untuk pemberangkatan kloter pertama akan dimulai pada tanggal 14 Juli. Untuk memastikan kesehatan para calon jemaah, tim medis juga akan disertakan hingga ke embarkasi. "Di embarkasi dilakukan pemeriksaan kesehatan lagi. Itu nanti mudah-mudahan enggak ada masalah insya Allah sudah sesuai dengan SOP yang ada dan semua lancar. Belum ada yang gagal," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk tim medis pendamping terdiri dari TKHI yakni 2 orang dokter dan 3 perawat. Kemudian dari TKHD 1 orang dokter.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X