Sabtu, 7 Desember 2019

Sempat Ricuh, Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua KONI Pusat

- 3 Juli 2019, 07:49 WIB
SUASANA Musornas 2019 yang menghasilkan terpilihnya Marciano Norman terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.*/WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia Marciano Norman terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Meskipun demikian, terpilihnya Marciano sempat diwarnai kericuhan. 

Marciano menjadi satu-satunya calon ketua umum setelah Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam sidang Pleno II membacakan putusan bahwa hanya dia yang memenuhi persyaratan. 

Musornas yang diikuti oleh utusan 34 KONI daerah dan 66 cabang serta badan fungsional di bawah KONI, awalnya berjalan adem saat pembukaan dimulai 

Pada pukul 09.15 WIB, bahkan tepukan tangan bergema, saat Ketua KONI Pusat periode 2015-2019 Tono Suratman menjelaskan mengapa Musornas digelar lebih awal, dari waktu aslinya yaitu Desember 2019. Tono menyanggah jika percepatan Musornas ini untuk memaksakan
sesuatu. 

Menurutnya, percepatan ini karena mempertimbangkan empat hal penting. "Yakni, karena KONI harus mempersiapkan atlet untuk SEA Games 2019, lalu melaksanakan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun ini, mempersiapkan pelaksanaan PON 2020 di Papua, dan mempersiapkan atlet untuk Olimpiade 2020 Tokyo. Karena itu butuh persiapan yang bersinergi dan berkesinambungan dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Jadi lebih baik dipercepat jadi Juli dari pada waktu sebelumnya di bulan Desember," kata Tono. 

Dia pun mengklaim telah menjalankan visi dan misi KONI sesuai dengan kemampuan. Banyak prestasi pun dinilainya sudah sukses ditelurkannya.

Tono pun meminta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah diperbuatnya selama dia menjabat. Dia mengaku tidak ada maksud untuk melakukannya, termasuk dalam membuat kebijakan. 

Banjir interupsi mulai terjadi ketika sidang pleno I yang dipimpin sementara oleh Wakil Ketua IV KONI Pusat K. Inugroho, dengan pembahasan tata tertib Musornas dan pemilihan pimpinan sidang tetap. Mulai ramai interupsi, media pun terusir dari ruang sidang. Media diminta untuk keluar oleh petugas keamanan bahkan yang sudah mengantongi ID peliput.  

Aksi walkout dari peserta pun mulai terjadi setengah jam kemudian setelah sidang memanas. Bahkan sempat terjadi adu fisik. 


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X