Jumat, 13 Desember 2019

Antraks Masih Mengancam, Ditemukan Lagi Sapi Mati Mendadak di Gunungkidul

- 1 Juli 2019, 18:37 WIB
PETUGAS Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengambil sampel bangkai sapi yang mati mendadak yang diduga kuat disebabkan antraks, di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kab. Gunungkidul, DIY, Senin, 1 Juli 2019.*/WILUJENG KHARISMA/PR

GUNUNGKIDUL, (PR).- Seekor sapi kembali ditemukan mati mendadak di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kab. Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 1 Juli 2019. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul yang telah mengambil sampel dan mengubur bangkai sapi tersebut menyatakan dugaan kematian sapi itu karena antraks.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan, upaya pencegahan penyebaran penyakit antraks terus dilakukan. Upaya itu dilakukan untuk memastikan ternak warga tidak terpapar bakteri spora antraks.

"Kami mulai melakukan vaksin antiantraks untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas," katanya Senin, 1 Juli 2019.

Bambang menuturkan, bangkai sapi itu pun sudah dikuburkan agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit. Akan tetapi, penyebab pastinya belum bisa dipastikan karena sampel yang diambil masih harus diteliti di Balai Besar Veteriner Wates, Kulonprogo. 

Namun berdasarkan pengamatan, di tempat Jumiyo sebelumnya sudah ditemukan sapi mati yang disebabkan antraks. Supaya tidak semakin meluas, upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksin ke ternak milik warga lainnya.

"Dulu yang mati sapi indukan dan sekarang anaknya. Untuk kepastian penyebab kematian, kami masih menunggu hasil uji laboratorium," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengatakan, langkah paling efektif mencegah penyebaran penyakit pada ternak yang mati mendadak yakni dengan cara mengubur. Menurut dia, cara ini efektif karena bakteri di dalam tubuh hewan tidak akan keluar dan mati seiring membusuknya bangkai hewan yang dikubur. 

“Kalau disembelih malah berbahaya dan potensi penyebaran penyakit lebih luas. Sebagai contoh untuk kasus antraks bisa menyebar bersamaan dengan darah hewan yang disembelih,” katanya.

Untuk mencegah penyebaran antraks di Gunungkidul, selain terus berupaya melakukan pencegahan dengan pemberian vaksin terhadap hewan ternak, DPP Gunungkidul juga mengimbau warga untuk tidak menyembelih hewan yang mati mendadak. “Kami sosialisasikan agar hewan mati mendadak segera dikubur guna mengurangi potensi penyebaran penyakit,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X