Minggu, 8 Desember 2019

Kawanan Bajing Loncat Tertangkap setelah Viral di Media Sosial

- 29 Juni 2019, 08:33 WIB
POLISI memperlihat barang bukti hasil aksi kawanan bajing loncat.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Satreskrim Polres Cilegon membekuk 7 kawanan bajing loncat. Polisi tidak terlalu sulit melacak mereka, lantaran aksi kawanan tersebut direkam seorang pengguna jalan hingga viral di media sosial, saat beraksi di perempatan Damkar, Kecamatan Purwakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi, aksi pelaku dimulai dari mengincar korban menggunakan kendaraan roda dua. Kemudian, mendekati truk yang sedang berjalan pelan. Rekan yang dibonceng lalu naik truk bagian belakang. Setelah itu pelaku menyobek terpal dengan benda tajam.

Setelah masuk ke dalam bak truk, pelaku mengumpulkan barang yang ada di truk seperti jagung atau biji gandum ke dalam karung. Setelah karung penuh, kemudian karung dijatuhkan ke jalan melalui pintu bak belakang. Kemudian, pelaku yang mengendarai sepeda motor memungut karung tersebut. Setelah menurunkan barang, pelaku yang di atas truk turun dengan cara meloncat. 

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, tujuh kawanan  bajing loncat berhasil diamankan. Mereka biasa beraksi di Kawasan Industri Krakatau Steel dan Jalan Raya Anyer sekitar Ciwandan. “Barang yang diincar jagung dan biji gandum. Truk-truk yang diincar yang keluar dari pabrik atau pelabuhan di sekitar Ciwandan,” kata Kapolres dalam konfrensi pers, Jumat 28 Juni 2019.

Rizki mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah beredarnya video di medsos terkait bajing loncat yang beraksi di Kawasan Industri Krakatau Steel. Video yang viral tersebut menjadi bahan untuk pengembangan. Masalah bajing loncat tersebut menjadi perhatian serius Polres Cilegon. “Kami juga melakukan pengembangan untuk penadah,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP lantaran melakukan pencurian dengan pemberatan. “Kami juga meminta kepada para driver truk dan pengusaha untuk melapor ke polisi ketika menjadi korban bajing loncat. Aksi bajing loncat sangat merugikan para pengusaha angkutan barang,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pelaku berinisial SH (20) mengaku telah melakukan aksi pencurian barang di truk sekitar dua tahun. Pria yang sehari-hari bekerja di dekorasi hajatan tersebut melakukan pencurian muatan truk untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Beraksi kadang seminggu tiga kali, kadang dua kali, kadang setiap hari. Kalau lagi butuh uang saja kami melakukan, uangnya buat makan sama beli rokok, karena kalau ngandalin gaji dekor hajatan gak cukup,” ungkapnya.

Kata SH, dalam sekali beraksi bisa mendapatkan jagung atau gandum sekitar 20 sampai 50 kilogram. Barang yang didapat tersebut dijual ke pengepul yang berada di Ciwandan dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. SH melakukan aksinya bersama enam rekannya yaitu HM, WE, AZ, IH, RV, dan AW. 

“Saya lihat video di YouTube belajarnya. Naik kalau pas kendaraanya pelan, kalau kendaraannya kencang kita sulit naik. Kalau beraksi siang hari, malam malah tidak pernah. Yang sering di Kawasan KS sama di Ciwandan arah ke Cilegon, truk-truk yang keluar dari pabrik atau pelabuhan yang muatannya tinggi yang mudah diambil barangnya,” ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***
 



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X