Senin, 16 Desember 2019

Sidang MK, Yusril Sebut Banyak Bukti Video Isinya Bohongan

- 27 Juni 2019, 17:56 WIB
TIM kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin selaku pihak terkait mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019./*ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra berkata bahwa  banyak video yang dijadikan bukti oleh pihak Prabowo-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa  Pilpres 2019 di MK (Mahakmah Konstitusi) ternyata tidak berkesesuaian dengan perkara yang disengketakan.

"Hakim konstitusi sudah menonton semua video yang dijadikan bukti. Video itu tidak berhubungan dengan apa yang mereka dalilkan. Dengan kata lain, banyak video isinya bohong-bohongan," kata Yusril Ihza Mahendra saat jeda sidang di gedung MK, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Tidak hanya video, menurut Yusril Ihza Mahendra, dari semua bukti yang dihadirkan kuasa hukum Prabowo-Sandiaga Uno dalam persidangan, tidak satu pun yang dapat membuktikan adanya pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif.

"Bukti-bukti itu ditolak oleh majelis hakim sebagai bukti yang tidak beralasan hukum," kata Yusril Ihza Mahendra kepada Antara.

Anggota tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Teguh Samudera menyebutkan bukti video tersebut dianggap bohong karena muatannya tidak sesuai dengan perkara. "Contohnya, video di Boyolali dikatakan kejadiannya di Nias Selatan," katanya.

Bukti-bukti tak bersesuaian tersebut, kata Teguh, malah menunjukkan pemilihan umum sebenarnya sudah berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

"Inilah yang membuktikan bahwa tidak benar tuduhan dan sangkaan dari pihak pemohon yang mengatakan pemilu ini curang," ujarnya.

Dari luar gedung MK dilaporkan, massa unjuk rasa sidang putusan sengketa PIlpres 2019  di Jalan Medan Merdeka Barat mulai meninggalkan lokasi.

"Mari kita bubar dengan tertib, jangan lupa sampahnya dipunguti, jangan sampai sampah-sampah berserakan," ujar salah seorang orator dari atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X