Selasa, 25 Februari 2020

Moeldoko: Ada Kelompok Teroris, Massa Unjuk Rasa Putusan Sidang MK Tak Inginkan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

- 26 Juni 2019, 17:06 WIB
Pilpres 2019/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, ada kelompok masyarakat tertentu yang tidak ingin proses rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto terjadi.

Ia merujuk kelompok tersebut sebagai pihak yang akan melaksanakan unjuk rasa saat pembacaan putusan sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Moeldoko mengatakan, proses rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo pada dasarnya kini berjalan dengan baik. Namun, ada kelompok yang cenderung memaksakan diri untuk berunjuk rasa saat putusan sidang MK. Upaya kelompok tersebut dipandangnya tidak menginginkan rekonsiliasi terjadi. Kelompok yang akan berunjuk rasa itu kemungkinan memiliki agenda lain.

Moeldoko mengatakan, kini telah dilakukan upaya-upaya untuk memetakan kelompok yang akan berunjuk rasa itu sebagai upaya kewaspadaan.

"Mudah-mudahan (unjuk rasa) tidak panas. (Tapi) kami sudah siapkan diri dengan baik. Jumlah (pengunjuk rasa) tidak terlalu banyak, tetapi kami tetap waspada," ujarnya Rabu 26 Juni 2019.

Menurut Moeldoko, kelompok yang akan berunjuk rasa diperkirakan berada di kisaran 2.500 sampai 3.000 orang. Sementara kekuatan aparat keamanan yang dikerahkan mencapai 40.000 orang. Pengerahan massa pada momen pembacaan putusan MK jumlahnya tidak sebesar unjuk rasa yang terjadi pada 21-22 Mei 2019.

Mengenai kelompok yang dikatakannya tidak menginginkan rekonsiliasi, Moeldoko tidak menjawabnya secara eksplisit tentang kelompok apa yang dimaksud.

"Saya pikir, lu udah tahu juga itu barangnya, ya enggak? Ya, sudah bisa dikenali itu. Sudah bisa dikenali," katanya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X