Pedagang Keluhkan Uji Coba Malioboro tanpa Kendaraan

- 19 Juni 2019, 10:42 WIB
UJI coba semi pedestrian Malioboro diberlakukan pada Selasa 18 Juni 2019 menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pedagang Malioboro mengaku selama uji coba pengunjung sepi.*/WILUJENG KHARISMA/PR

YOGYAKARTA, (PR).- Uji coba semi pedestrian Malioboro diberlakukan pada Selasa 18 Juni 2019. Uji coba tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pedagang Malioboro mengaku selama uji coba, pengunjung sepi.  Menurut mereka, program bebas kendaraan bermotor menjadi hal yang baru dan menimbulkan rasa kekhawatiran.

"Kita melihatnya dalam tahapan uji coba. Kita memberikan kesempatan untuk pemerintah menganalisis, mengkaji, mencoba program tersebut. Namun dalam hal ini kita sebagai komunitas Malioboro terutama pelaku ekonomi tentu hal yang baru ini tetap menimbulkan kekhawatiran juga," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM), Rudiarto.

Kekhawatirannya akan berdampak pada pedagang. Pasalnya, menurut dia, budaya  masyarakat untuk menuju suatu tujuan, jika akses sulit, harus berjalan kaki jauh, kantong parkir yang dikeluhkan masih kurang dan sulit. "Ketika akses sulit, dalam hal ini kendaraan mereka, jadi memilih pindah dari Malioboro," ucapnya.

Analisa dari pihak-pihak terkait, lanjut dia, untuk mengevaluasi kegiatan uji coba ini sangat dibutuhkan. Karena uji coba semi pedestrian Malioboro bebas kendaraan yang dilakukan hari ini bertepatan dengan Selasa Wage dimana seluruh PKL libur beraktivitas. Sehingga tidak berdampak langsung oleh para pelaku usaha.

"Tapi namanya uji coba, kalau sukses bisa diteruskan, kalau tidak baik, dikembalikan ke semula. Meski kami khawatir, namun sebisa mungkin menyesuaikan diri dengan berbagai kemungkinan yang ada," ucapnya.

loading...

Rudiarto mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah diajak sosialisasi terkait rencana uji coba ini. "Kawasan Malioboro ada sekitar 2.500 orang pedagang kaki lima tergabung dalam sekitar 11 paguyuban PKL yang beraktivitas pagi-malam," tuturnya.

Bahan evaluasi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi yang melakukan tinjauan pada uji coba semi pedestrian Malioboro hari pertama ingin menemukan kekurangan agar menjadi bahan evaluasi dan langsung diselesaikan. Termasuk membiasakan masyarakat bebas kendaraan di Kawasan Malioboro.

"Nanti akan kita uji coba beberapa kali, hari pertamakan Selasa Wage, besok Selasa wage tapi besoknya lagi mungkin bisa malam hari Sabtu atau malam Sabtu. Dari situ kita bisa menemukan kekurangannya dimana," ujarnya.

Menurut Heroe tujuan ujicoba ini agar membiasakan masyarakat terbiaasa dengan lingkungan yang nantinya menjadi kawasan bebas kendaraan sehingga masyarakat dapat menyesuaikan diri ketika berkunjung ke Malioboro. Termasuk menyelesaikan masalah parkir dan meningkatkan citra Malioboro yang lebih hidup lagi.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X