Senin, 20 Januari 2020

Saling Tuding, Drama di Sidang MK

- 18 Juni 2019, 19:50 WIB
KETUA Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (tengah) mengetuk palu saat mengesahkan bukti pihak termohon pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan jawaban Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Perdebatan antara pihak-pihak yang bersidang dalam sidang lanjutan sengketa Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, Selasa, 18 Juni 2019 sore sempat mengemuka. Musababnya, permintaan tim kuasa hukum pemohon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto yang hendak mengajukan surat kepada MK terkait perlindungan saksi.

Permintaan BW ini lantas mendapat tanggapan beragam baik dari hakim MK maupun pihak terkait. Ada penilaian permintaan BW adalah bentuk dramatisasi karena selama ini tidak ada saksi yang merasa terancam di MK. Bambang pun menolak anggapan ini.

Dalam sidang, Bambang menyebut kalau pihaknya hendak mengajukan dua surat ke MK. Surat pertama, permintaan ke MK agar memerintahkan Lembaga Penjamin Saksi dan Korban untuk melindungi saksi yang akan pihaknya hadirkan, sementara surat kedua kebutuhan saksi dari petugas atau aparat penegak hukum.

"Yang sudah kami hubungi jadi salah satu potensial kami. ia mengatakan kalau ada perintah MK untuk bisa hadir dia akan hadir. Bersama surat ini kami meminta supaya terhadap saksi tersebut bisa dipanggil," kata BW.

Menanggapi sejumlah permintaan pemohon, Hakim MK I Dewa Gede Palguna menyebut, selama ini saksi di MK tidak pernah ada yang merasa terancam dalam memberi keterangan. Ini dirasakan sejak 2003, tahun di mana MK berdiri. 

Palguna mengatakan, ketika seseorang memberikan keterangan, baik sebagai saksi, ahli, atau pihak-pihak yang berada dalam pelaksanaan kewenangan Mahkamah, selama di ruangan MK, tidak boleh merasa terancam. 

"Jangan menganggap sidang sengketa pilpres ini begitu menyeramkan sehingga orang merasa terancam untuk memberikan keterangan di hadapan Mahkamah," ucap Palguna.

Pernyataan Palguna ditimpali oleh hakim MK lainnya, Saldi Isra. Menurut dia pemohon hendaknya tidak berlebihan bicara soal keamanan saksi yang akan dihadirkan dalam sidang gugatan hasil Pilpres. Pasalnya, MK memberi perlindungan bagi semua yang bersaksi.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X