Selasa, 25 Februari 2020

Di Kertajati, Belum Ada Hotel Berstandar Bandara untuk Crew

- 16 Juni 2019, 19:58 WIB
RUANG tunggu pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, belum lama ini.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Suasana di kawasan terminal Bandara Internasional Jawa Barat pada Minggu 16 Juni 2019 tampak seperti hari-hari biasanya. Tidak ada aktivitas apalagi kesibukan yang terjadi di sana. Yang ada hanya masyarakat biasa yang ingin mengetahui keberadaan bandara.

Selain itu, ada petugas kebersihan yang terus hilir mudik mengangkut kantung-kantung sampah bekas para pengunjung. Tenant yang ada hanya melayani beberapa pembeli, malah ada yang cenderung sepi tak ada yang duduk.

Tenaga operasional berbaju merah sebagian duduk santai sambil memainkan telefon genggamnya. Demikian halnya dengan para petugas jasa pengiriman paket “Lintas Suttle “ yang ada di dalam terminal juga tampak duduk santai tidak ada aktivitas kecuali mereka memegang telpon genggam sambil menghadapi komputer masing-masing.

Beberapa ATM yang dipasang di dua tempat juga tampak tidak ada yang memanfaatkan, malah tempat penukaran uang yang disediakan dua buah bank, BRI dan BJB juga tutup. Yang beroperasi hanya dua ATM dekat kantin. ATM tersebut sesekali menjadi mainan anak-anak yang tampak memijit-mijit angka.

Eskalator tetap mati seperti biasanya. Toilet juga hanya dua yang dipergunakan, semua toilet jongkok. Selain itu, satu keran yang difungsikan dari sekian banyak kran yang ada. Mungkin salah satu pekerja yang sibuk adalah petugas kebersihan di toilet, karena banyaknya orang yang keluar masuk dengan kondisi sandal dan sepatu yang kotor.

“Yang lain nggak dipakai, karena banyak yang tidak bisa mengoperasikannya, setelah ditinggal sering kotor tidak dibersihkan, jadi yang dipakai terpaksa toilet jongkok karena mereka yang ini yang bisa, kalau mau yang ini silahkan pakai, saya buka,” kata salah seorang petugas sambil menunjuk toilet duduk.

Sedangkan Alek petugas pembuang sampah menyebutkan, saat hari libur Sabtu dan Minggu produksi  sampah bisa mencapai 25 karung. Sedangkan hari biasa hanya belasan karung.

Berdasarkan laporan Tati Purnawati wartawan Kabar Cirebon, hampir di tiap lantai masih tampak sepi, tidak ada aktivitas yang menunjukkan bandara segera beroperasi.

Yang tampak siap menyambut beroperasinya bandara adalah keberadaan burung merak yang dulu sempat d tarik  karena biaya operasional yang tinggi. Kini tiga merak kembali ada di kandang dan menjadi tontonan pengunjung bandara.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X