Senin, 1 Juni 2020

Sudah Banyak Korban, Pantai Selatan Rawan untuk Mandi

- 6 Juni 2019, 10:45 WIB
PETUGAS memasang rambu larangan dilarang mandi di pantai selatan.*/EVIYANTI/PR

KEBUMEN, (PR).- Pantai di pesisir selatan Kebumen hingga Cilacap Jawa Tengah dilarang untuk mandi. Pelarangan  dikeluarkan Polres setempat karena banyak laporan wisawatan yang tewas akibat tergulung ombak saat mandi di laut.

Polres Kebumen dan Cilacap Jawa Tengah mengeluarkan larangan mandi di laut dengan memasang  spanduk yang bertulisan “Bahaya Mandi di Laut”. Pelarangan ditegaskan dengan  patroli yang gelar oleh tim gabungan dibawah kendali kepolisian setempat.
 
“Kami tegaskan, warga tidak ada yang mandi di pantai dengan alasan keamanan,” tegas Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Kompol Suparno, Kamis 6 Juni 2019.

Diakui, laut selatan yang terkenal dengan  pantai yang bersih menjadi destinasi wisata yang cukup diminati oleh masyarakat lokal maupun luar Kebumen. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan mengunjungi wisata pantai untuk menikmati keindahan alam Kebumen. pada saat libur Lebaran pengunjung yang datang mencapai ribuan orang. 

Pada saat itulah  peraturan larangan mandi di laut banyak dilanggar.  Banyak wisatawan asing dan domestik  dilaporkan tergulung ombak saat mandi di pantai. "Ada beberapa yang selamat, namun mayoritas kembali tinggal nama (meninggal), karena terseret ganasnya ombak pantai selatan Jawa," kata Suparno.

Untuk mencegah korban lagi,   Polres Kebumen  memasang spanduk  bertulisan “Bahaya Mandi di Laut” Dengan Komunitas Rapi, Dishub  Polsek Buluspesantren  mengintensikan patroli,  sambil mengecek spanduk di objek wisata Pantai Setrojenar Kecamatan Buluspesantren," tambahnya.

Anggota Badan Search dan Rescue Nasional (Basarnas) Cilacap, Saiful  mengimbau kepada pengunjung di di pantai selatan Jawa Tengah, seperti Pantai Widarapayung untuk tidak berenang di laut.

"Ombak tinggi, perubahan cuaca sulit diduga.   Bahkan pekan lalu, ombak besar dan angin kencang di  Pantai Indah Widara Payung sudah memakan dua korban meninggal. Sehingga kehati-hatian perlu ditingkatkan,” katanya 
 
Dikatakan  meski jumlah korban kecelakaan laut kecil dibandingkan dengan kecelakaan lalu lintas, namun selalu menjadi perhatian banyak pihak. Karena itu, dia mengimbau agar berhati-hati berwisata di laut.***

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X