Lemang, Ketan Bakar yang Dinanti Saat Lebaran

- 2 Juni 2019, 18:15 WIB
PEKERJA menyelesaikan proses pembakaran makanan berbahan dasar beras ketan atau lemang bambu di kawasan Senen, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019 lalu.*/ANTARA

LEMANG merupakan makanan tradisional yang selalu dinanti saat Hari Raya Idul Fitri, terutama bagi masyarakat Provinsi Jambi.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, makanan tradisional berbahan baku beras ketan yang dimasak dengan cara dibakar ini merupakan salah satu panganan hari raya yang wajib ada bagi masyarakat di daerah itu. Meski makanan tersebut bukan merupakan masakan tradisional khas Jambi, namun penganan tersebut sudah sangat familiar di sana.

“Makanan ini asalnya dari Provinsi Sumatera Barat, namun di Jambi jenis masakan ini sudah sangat dikenal dan menjadi salah satu panganan yang wajib ada saat hari raya,” kata Gazali warga Batanghari, Jambi yang telah memproduksi kue lemang sajak tahun 1986.

Dalam kesehariannya Gazali memang memproduksi lemang. Sudah 33 tahun Ia memproduksi lemang untuk dijual di daerah itu.

Menurut Gazali, saat bulan Ramadan dan hari raya permintaan lemang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Biasanya dalam satu hari Ia hanya memproduksi lemang sebanyak 5 kilogram ketan, namun saat Ramadan Ia mampu membuat lemang sebanyak 15 hingga 20 kilogram ketan dalam satu hari.

Terutama menjelang hari raya, banyak masyarakat di daerah itu yang memesan lemang kepadanya. Menjelang hari raya pesanan lemang tersebut bisa mencapai 100 potong bambu bahkan lebih.

“Kalau dihitung-hitung sejak awal Ramadan hingga hari raya beras ketan yang dihabiskan untuk membuat lemang mencapai setengah ton lebih,” kata Gazali.

Pembuatan lemang

Proses pembuatan lemang tersebut terlihat gampang namun sulit dikerjakan. Karena proses pembuatan lemang tidak semata-mata membakar beras ketan. Namun terdapat beberapa tahapan dan proses agar lemang terasa lembut dan gurih.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X