Demam Babi Afrika Landa Kalimantan Tengah, Ribuan Babi Mati Akibat Terinfeksi

- 30 November 2021, 10:24 WIB
Ilustrasi - Ribuan babi di Kalteng mati akibat terinfeksi penyakit Demam Babi Afrika (ASF).
Ilustrasi - Ribuan babi di Kalteng mati akibat terinfeksi penyakit Demam Babi Afrika (ASF). /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Lebih dari 2.300 ekor babi di Kalimantan Tengah tewas akibat terinfeksi penyakit Demam Babi Afrika (ASF).

Menurut data yang dihimpun oleh Dinas Pangan, Horikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, tercatat ada 2.353 ekor babi mati akibat ASF sampai tanggal 25 November 2021.

Disampaikan Fungsional Medik Veternier Ahli Madya TPHP Kalteng, drh. Nina Ariani, angka kematian babi akibat ASD diprediksi melonjak tajam.

Ini juga disebabkan karena tidak sedikit peternak yang jauh sehingga sulit untuk melaporkan kepada petugas.

Baca Juga: Teuku Ryan Harus Bayar Denda Rp1 M, Ria Ricis Menangis: Jangan Panik, Rezeki Udah Diatur

"Enam kabupaten/kota terdampak sudah melakukan penyuntikan serum konvaselen ASF. Sama seperti Covid-19 sifatnya hanya untuk menjaga antibodi bukan obat yang bisa mengobati ASF," katanya pada Senin, 29 November 2021.

"Serum konvaselen ASF sifatnya sama seperti serum konvaselen pada penyakit Covid-19. Memang ia bukan obat dewa yang jelas bisa menyembuhkan," sambungnya.

Pihaknya kini fokus bagaimana cara babi-babi yang masih hidup memiliki imuntas terhadap virus ASF.

"Harapannya itu imunitasnya lebih kuat untuk melawan virus ASF," ucap Nina.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x