Senin, 9 Desember 2019

KPPPA Kecam Pelibatan Anak dalam Aksi Massa

- 24 Mei 2019, 21:34 WIB
MASSA berhamburan ketika ditembakan gas air mata saat kerusuhan terjadi di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar mengecam pelibatan anak dalam aksi massa yang berakhir dengan kericuhan pada Rabu, 22 Mei 2019 di sekitar Tanah Abang, Jalan Thamrin dan Petamburan, Jakarta.

"Harus diselidiki siapa yang menggerakkan dan mempengaruhi anak-anak itu dalam aksi massa," kata Nahar saat ditemui di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Nahar mengatakan pelibatan anak dalam aksi massa tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak anak. Apalagi, anak-anak tersebut kemudian terlibat dalam kericuhan dengan aparat keamanan.

Menurut Nahar,  ada pihak yang berperan mempengaruhi anak-anak tersebut sehingga mereka mau ikut terlibat dalam aksi massa dan kericuhan.

"Ada anak yang ketika ditanya bilang ingin berperang. Itu berarti ada pemahaman yang salah pada anak itu. Harus dicari tahu siapa yang mempengaruhi," tuturnya.

Nahar mengatakan anak-anak yang terlibat kericuhan harus tetap diposisikan sebagai anak.

Nahar meyakini keterlibatan anak-anak dalam aksi massa yang berakhir ricuh itu karena ada yang menyuruh dan mempengaruhi.

"Kita harus mendudukkan permasalahan tersebut pada posisi yang benar untuk melindungi mereka sebagai anak-anak," katanya.

Nahar mengatakan sebagian besar anak yang ditangkap karena terlibat kericuhan sudah diserahkan ke rumah aman untuk mendapatkan pelindungan.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X