Sabtu, 6 Juni 2020

Staf Notaris Jadi Korban Pembobol ATM

- 23 Mei 2019, 21:19 WIB
ILUSTRASI pencurian uang di ATM.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Satreskrim Polres Serang terpaksa melumpuhkan dua tersangka pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan timah panas. Mereka, dilumpuhkan setelah melakukan perlawanan saat diburu polisi di kontrakannya sekitar wilayah Ciceri, Kota Serang.

Informasi yang diperoleh, kedua tersangka yang dilumpuhkan petugas yaitu Dedi Hendri alias Dedi (49), warga Sumberrejo, Kabupaten Tenggamus dan Meri (37) asal Talang Padang, Kabupaten Tenggamus, Lampung. Dedi terkena tembakan pada bagian betis kiri, sementara Meri pada bagian betis sebelah kiri.

"Tersangka terpaksa kami ambil tindakan tegas karena melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan peringatan petugas,” kata Kasatreskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega, Kamis 23 Mei 2019.

David mengatakan, kedua terdangka sudah 8 kali melakukan aksinya di sejumlah wilayah Serang dan Cilegon. Korban terakhir yang terkena modus dari komplotan pembobol ATM ini yaitu Sitta Dwi Oktaviani (23), seorang staf notaris yang hendak menarik uang tunai di ATM SPBU Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

"Mereka menggunakan tusuk gigi untuk mengganjal lubang kartu ATM. Setelah salah satu korban sudah terkena perangkap mereka, tersangka langsung masuk ke ruang mesin ATM dan berpura-pura mau membantu," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Menunggu korban

David menjelaskan, modus para tersangka dengan mengelabui korbannya. Dimulai keliling mencari ATM, dan saat mendapat target, satu tersangka  masuk ke dalam ATM. Setelah itu, tersangka mengganjal tempat memasukan kartu ATM dan langsung pergi sambil menunggu korbannya.

Ketika korban datang mengambil uang di ATM, kartu korban tidak bisa masuk dan terganjal. Korban yang merasa gelisah kemudian dimanfaatkan tersangka dengan bermaksud menolong korban. Namun bukannya menolong, justru korban tertipu karena menunjukkan nomor pin ke tersangka

Setelah berhasil menipu korbannya, tersangka langsung menggasak uang tunai di dalam kartu ATM korban senilai Rp 4,9 juta. Korban, tidak berdaya lantaran tak mengetahui saat itu menjadi korban perampokan. "Pada saat uangnya sudah digasak, korban belum sadar karena saat itu kartu ATM-nya tertelan dan enggak bisa keluar," tutur David.

Setelah menyadari menjadi korban perampokan, korban langsung melapor ke kantor polisi setempat. Berbekal dari laporan itu, petugas berhasil mengendus keberadaan tersangka. Akhirnya, para tersangka berhasil diamankan di rumah kontrakannya pada Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 22.30.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X