Jumat, 10 April 2020

Jelang Lebaran, Produksi Bakpia Melonjak Lima Kali Lipat

- 23 Mei 2019, 18:29 WIB
BAKPIA.*/CANVA

YOGYAKARTA, (PR).- Pelaku usaha kecil menengah di Kampung Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, yang memproduksi makanan tradisional khas Yogyakarta, bakpia,  bersiap menyambut libur Lebaran 2019 dengan meningkatkan produksi hingga lima kali lipat.

“Ada dua jenis bakpia yang kami produksi, yaitu bakpia kering dan basah. Untuk bakpia kering, biasanya ada kenaikan permintaan hingga 25 persen dibanding hari biasa tetapi untuk bakpia basah bisa meningkat empat hingga lima kali lipat,” ucap perajin bakpia di Kampung Pathuk Ngampilan Sumiati di Yogyakarta, Kamis, 23 Mei 2019.

Menurut Sumiati, rata-rata produksi bakpia setiap hari mencapai sekitar 50 hingga 100 dus bakpia isi 20 biji sehingga saat libur Lebaran akan terjadi kenaikan produksi mencapai 400 hingga 500 dus setiap hari.

Sumiati mengatakan, untuk saat ini masih menggencarkan produksi bakpia kering karena memiliki daya tahan yang lebih lama dibanding bakpia basah yang berisi kumbu kacang hijau. Bakpia kering mampu bertahan selama tiga hingga empat pekan.

Produksi bakpia basah, lanjut dia, baru akan digencarkan mulai H-1 Lebaran hingga sepanjang libur Lebaran karena bakpia basah hanya memiliki daya tahan paling lama sekitar satu pekan.

“Konsumen biasanya meminta bakpia yang dibeli masih dalam kondisi baru. Jadi, kami pun harus menyesuaikan waktu produksi,” kata Sumiati yang juga menjadi Ketua Koperasi Sumekar yaitu koperasi yang mewadahi perajin bakpia di Kampung Pathuk.

Sesuai kondisi pada libur Lebaran tahun lalu, Sumiati mengatakan, puncak permintaan bakpia akan terjadi pada H+2 hingga H+5 Lebaran dan akan berangsur turun hingga H+10 Lebaran.

“Kalau digambar dengan grafik, akan ada kenaikan yang signifikan. Mungkin garisnya bisa langsung naik signifikan pada H+2 sampai H+5 Lebaran,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X