Minggu, 15 Desember 2019

Fitur Media Sosial dan Aplikasi Pesan Instan Dibatasi, Hoaks Menurun Drastis

- 23 Mei 2019, 11:09 WIB
Hoaks/HEWLETT FOUNDATION

BANDUNG, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) membatasi sementara akses warga ke layanan media sosial dan pesan instan. Hal itu dilalkukan untuk mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang berkaitan dengan aksi 22 Mei menyusul pengumuman hasil Pemilu 2019.

Pembatasan dilakukan untuk pengiriman konten foto dan video karena dikhawatirkan akan menjadi cara penyebaran provokasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Ferdinandus Setu mengatakan, terdapat 6 fitur sosial media yang mereka batasi.

"Bahwa yang kami lakukan pembatasan itu Facebook, Twitter , Instagram, Line, dan Youtube. Jadi ada 6," ucapnya dalam wawanara yang disiarkan Radio PRFM, Kamis 23 Mei 2019.

Menurut dia, warga idak dapat mengakses foto dan video di Facebook, Twitter, Instagram, dan Line. Meski dekimian, untuk mengirimkan tulisan atau teks, kta Ferdi, hal itu masih dapat dilakukan.

"Facebook yang kami batasi itu gambar dan video. Lalu, Instagram gambar dan video, teks masih bisa. Twitter juga video, gambar, dan teks masih bisa. Line dan Youtube juga tentu video yang kami batasi, meski di beberapa tempat video yang bisa diakses," ucapnya.

Berbeda dengan media sosial lainnya, aplikasi pesan singkat WhatsApp bahkan tidak dapat mengakses foto, video, dan dokumen. Menurut dia, dokumen yang berbentuk PDF pun tidak dapat diakses sejak Rabu 22 Mei 2019 pukul 12.00.

"WhatsApp, gambar, video, dan dokumen. PDF itu tidak bisa dilakukan dari pukul 12.00 kemarin hingga hari ini," katanya. 


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X